BLOG KRISTIAN

Selamat Datang Ke BLOG KRISTIAN.Semoga Anda Mendapat Menafaat !

PERJANJIAN LAMA

klik link-link Kitab dibawah ini:

No
KITAB
1
Kejadian
2
Keluaran
3
Imamat
4
Bilangan
5
Ulangan
6
Yosua
7
Hakim-Hakim
8
Rut
9
1 Samuel
10
2 Samuel
11
1 Raja-Raja
12
2 Raja-Raja
13
1 Tawarikh
14
2 Tawarikh
15
Ezra
No
KITAB
16
Nehemia
17
Tobit
18
Yudit
19
Ester
20
Ayub
21
Mazmur
22
Amsal
23
Pengkhotbah
24
Kidung Agung
25
Kebijaksanaan
26
Sirakh
27
Yesaya
28
Yeremia
29
Ratapan
30
Barukh
31
Yehezkiel
No
KITAB
32
Daniel
33
Hosea
34
Yoel
35
Amos
36
Obaja
37
Yunus
38
Mikha
39
Nahum
40
Habakuk
41
Zefanya
42
Hagai
43
Zakharia
44
Maleakhi
45
1 Makabe
46
2 makabe

Pengantar

Perjanjian lama terdiri dari 46 buku dan merupakan bagian pertama dari dua bagian Kitab Suci, yang mempunyai paling banyak kitab. Perjanjian lama mengisahkan bagaimana bangsa Israel disiapkan tahap demi tahap untuk menerima perjanjian yang definitive dan abadi yang akan dilakukan Allah dengan manusia dalam diri Yesus Kristus.

Sebelum berbentuk sebuah buku, Perjanjian Lama merupakan suatu penggalaman manusiawi dan rohani, pengalaman akan Allah yang memanggil umat yang dipilih-Nya, dan membuat perjanjian dengan mereka. Umat terpilih ini menjadi saksi akan janji Allah ditengah bangsa-bangsa. Perjalanan Allah dengan bangsa Israel akan berlangsung selama berabad-abad. Dalam petualangan yang panjang ini orang-orang disemangati oleh Roh Allah akan mengungkapkan iman mereka dan nenuliskan teks-teks yang bisa kita baca dalam Website www.imankatolik artikel Kitab Suci ini, pengalaman unik akan Allah yang menyatakan Diri-Nya kepada manusia.

Barang siapa membolak-balikan Kitab Suci, Perjanjian Lama akan tampak sebagai deretan cerita yang kadang-kadang terulang, atau mengikuti suatu urutan yang kurang lebih ada pertalian,  yang sering mengagumkan dan kadang-kadang memalukan kita. Diantara tulisan-tulisan ini, ada yang bersifat mitos daripada kisah nyata, banyak hal disisipkan: wejangan-wajangan, peraturan-peraturan tentang moral, liturgy, kehiduapn social, teguran-teguran keras, perkataan-perkataan yang penuh harapan atau suatu seruan kemesraan. Oleh karena itu, Perjanjian Lama adalah salah satu teks yang paling bagus diantara sastra-sastra universal. Allah hadir dimana-mana, seolah-olah Ia disebut pada setiap halaman: sesungguhnya Perjanjian Lama mengisahkan bagimana Allah mempersiapkan manusa, dan khususnya bangsa Israael, untuk mengenal dan menyambut, dalam diri Yesus, Dia yang mengadakan Perjanjian dengan manusia, suatu Perjanjian yang tak terselami dan mengagumkan.

Perjanjian Lama adalah sekaligus sabda Allah dan Sabda Manusia. Dan keduanya tidak bisa dipisahkan. Maka, tidaklah mungkin memahami kitab-kitab ini jika salah satu dari dimensi ini diabaikan. Dengan mengabaikan satu dimensi, yang lain dirugikan dan ada resiko nilai kitab-kitab itu akan turun sehingga mereka menjadi dokumen-dokumen histories belaka. Dilain Pihak ada Resiko juga bahwa kita lupa bahwa Allah menyatakan Diri-Nya kepada kita (dan masih terus menyatakan Diri-Nya sampai sekarang) ditengah-tengah sejarah jika kita menganggap sabda Allah ini hanya sebagai kumpulan peraturan-peraturan religius. Perjanjian lama bukanlah suatu ajaran religius melainkan suatu penampakan kasih Allah yang adalah Bapa kita, suatu undangan untuk setiap orang masuk kedalam suatu persekutuan (komunio) cinta kasih dengan Dia.

Perjanjian lama bukanlah buku yang berbicara kepada kita tentang Allah, melainkan suatu buku dimana Allah berbicara kepada kita tentang Diri-Nya lewat saksi-saksi yang dipilih-Nya sendiri diantara umat-Nya, yaitu Israel. Orang-orang Kristen perdana tidak keliru: ”Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam berbagai cara berbicara kepada para leluhur kita dengan perantaraan para nabi, maka pada zaman ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan anak-Nya.” (Ibr 1:1). Maka Setelah membaca berbagai kitab Perjanjian Lama, kita melihat betapa sabar Allah menyatakan Diri-Nya, dan betapa sabar Ia mempersiapkan umat-Nya untuk berjumpa dengan Yesus, Putra Allah yang mnejadi manusia.” Dalam Dialah berdiam seluruh kepenuhan Allah (Kol 2:9).

Hukum Taurat, nabi-nabi dan kitab Suci
Pengelompokan suatu perpustakaan bisa berbeda dari seorang pustakawan yang lain. Demikianpun pengelompokan empat puluh enam kitab perjanjian lama telah dibuat secara berbeda secara berabad-abad pertama era Kekristenan. Para redaktur Kitab Suci modern haruslah memilih antara dua dari pengelompokan yang paling sering digunakan oleh naskah-naskah kuno; urutan yang digunakan oleh kitab suci yang berbahasa Ibrani atau urutan yang digunakan oleh Kitab Suci yang berbahasa Yunani.

Pada Umumnya, urutan kitab suci yang berbahasa Ibranilah yang dugunakan untuk edisi yang sekrang ini. Oleh karena itu, pada awalnya kita menemukan kelima kitab dari Perjanjian lama yang disebut Hukum Taurat, atau disebut Torah oleh orang-orang Yahudi yang berbahasa Ibrani, atau Pentateukh oleh orang-orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Kemudian menyusul Kitab-Kitab Para Nabi dan akhirnya Kitab Kebijaksanaan, yang merupakan suatu kumpulan karya-karya yang beragam bentuknya yang mempersatukan kita dengan doa, kebijaksanaan, dan moralitas umat perjanjian pertama.

Ketika Allah menyatakan Diri-Nya kepada para bapa bangsa, yaitu Abraham, Ishak dan Yakub, mereka ini masih pengembara-pengembara; mereka memiliki agama yang sama dengan agama pengembara-pengembara lain yang berciri khas kasih sayang kepada Allah leluhur mereka dan penghormatan terhadap sejumlah dewa kecil dari keluarga. Tetapi perjumapaan mereka dengan Allah yang hidup akan mengatar mereka kesuatu kesadaran baru : Allah menjaga mereka yang Ia pilih, Banyak  pencobaan tempaknya berlawanan dengan janji Allah kepada mereka; tetapi setiap kali Allah turun tangan dan memihak kepada umat yang setia kepada-Nya. Hal ini menciptakan suatu hubungan khusus antara Allah dan bapa-bapa bangsa, yang ditandai oleh kesetiaan Allah pada sabda-Nya dan kepercayaan tak tergoyahkan dari umat yang setia kepada Allah lewat bapa-bapa bangsa. Israel didorong untuk merenungkan sepanjang sejarahnya baik karya-karya agung Allah diantara umat-umat pilihan-Nya dan iman yang tak tergoyahkan dari para bapa bangsa.

Enam abad kemudian sejumlah keturunan para bapa bangsa berada dipadang gurun dan dipimpin oleh Musa menuju tanah terjanji. Perjalanan di Horeb bersifat menentukan: di Horeb suku-suku pengembara itu diminta menghayati suatu pengalaman rohani dan teks-teks Kitab Suci selalu mengacu pada pengalaman itu. Allah secara sungguh-sungguh membaktikan diri kepada umat-Nya pada saat Ia memberikan mereka suatu Hukum: Hukum perjanjian dengan Allah, suatu pedoman tingkah laku Israel secara perorangan maupun bersama. Sabda yag diucapkan Allah kepada Abraham diberi jawaban lewat (tanggapan) di Sinai. Janji, Perjanjian, Keselamatan akan menjadi ketiga tiang penyangga iman Israel, pokok-pokok yang sangat menonjol dalam kelima kitab Perjanjian Lama.

Ketika masuk ke Tanah terjanji, Israel dihadang oleh bangsa-bangsa lain yang memiliki kebudayaan-kebudayaan yang lebih maju. Selama lebih dari dua ribu tahun bangsa-bangsa ini sudah memiliki pelabuhan kota, telah mengembangkan pertanian, telah menjalin hubungan perdagangan didalam wilayah Timur Dekat, dan bahkan lebih jauh lagi. Peradaban ini cerdik tetapi kafir, akan selalu menjadi batu sadungan bagi iman Israel, Lalu Allah mengutus nabi-nabi kepada umat-Nya; nabi-nabi ini adalah juru bicara Allah. Daud menguasai suatu kota Kanaan yang masih kecil dan menjadikannya sebagai ibukota :Yerusalem. Ia membawa tabut Perjanjian Lama ke kota itu. Tabut Perjanjian adalah tanda lahiriah Allah ditengah-tengah umat-Nya. Sejak saat itu tidak hanya masuk kedalam sejarah umat Allah tetapi panggilannya melampaui waktu dan sejarah sebagaimana tampak di halaman-halaman terkahir kitab Wahyu dimana kota itu melambangkan umat manusia yang telah didamaikan oleh Allah secara definitive. Salomo, dengan membangun Bait Allah di Yerusalem, yang selama dua abad berikutnya menjadi satu-satunya tempat kudus yang sah, memberikan umatnya suatu pusat berkumpul: ”Tempat kediaman Allah.”

Penghukuman terhadap ketidaksetiaan Israel yang terjadi banyak kali, peringatan akan belas kasihan Allah yang tak kenal lelah terhadap Yerusalem, terutama akan kebenaran dan ketulusan dalam peribadatan di Bait Allah, pewartaan akan keslamatan yang akan datang; semua ini merupakan pesan-pesan pokok para nabi.

Dalam pengelompokan sebagai bagian ”Para Nabi”, kitab-kitab yang dalam Kitab Suci berbahasa Ibrani disebut “Kitab-kitab sejarah,” Kitab Suci berbahasa Ibrani menyoroti keaslian teks-teks ini, Dalam perjanjian Lama maupun perjanjian Baru, setiap peristiwa mengandung sabda Allah; sejarah tidak ditulis demi memperoleh kesenangan dengan mengetahui kejadian-kejadian dimasa lampau, melainkan demi memberi kesaksian tentang kesetiaan Allah kepada umat-Nya, untuk mengetahui kehendaka-Nya, dan dengan demikian mempersiapkan kita untuk menyambut rahmat keselamatan, Dalam arti setiap teks Kitab Suci dapat disebut “profrtis.”

Dengan mendekatnya zaman Akhir, meditasi Israel lebih kuat. Banyak percobaan telah menghilangkan gagasan-gagasan palsu atau terlalu manusiawi. Dengan Doa dari mazmur-mazmur, dengan cerita-cerita yang menyangkut akhlak atau pepatah-pepatah, dengan perkembangan-perkembangan manusa dan masyarakat, para orang bijak berusaha menuntun Israel pada tahap-tahap akhir perjalanan menuju dia yang akan memenuhi segala sesuatu. Kitab kebijkasanaan, yang adalah bagian ketiga dan akhir dari Perjanjian Lama, bisa tampak ada kurang pertaliannya dibanding Hukum Taurat atau Nabi-nabi; sesungguhnya Kitab Kejadian adalah refleksi umat yang bingung sekali dan sering terpecah belah; pada masa itulah Allah membentuk ”Suatu sisa kecil” bagi Diri-Nya ditengah-tengah suatu bangsa yang tertarik dan terhanyut oleh godaan-godaan pengggunaan kuasa, dan kebingungan tentang kerajaan di dunia ini dan kerajaan Allah.

Demi mempermudah pembacaan dan pencariaan sebuah teks dalam kita-kitab dari Kitab Suci, pada Awal abda ke-13 seorang Uskup Inggris mengusulkan membagi Kitab Suci atas bab-bab, dan pada tahun 1550, seorang pencetak buku berkebangsaan Prancis menyelesaikan karya itu dengan memberi nomor pada frasa-frasa dalam Perjanjian baru – yang sekarang disebut ayat-ayat – tak lama kemudian hal yang sama dilakukan juga untuk Perjanjian Lama.

Urutan buku-buku: suatu penjelasan
Dalam Kitab Suci Pastoral Umat Kristen, yang diterbitkan untuk kepentingan Umat Kristen, dipertahankan urutan biasa dari kitab-kitab Perjanjian Baru: keempat Injil disusul Kisah Para Rasul, lalu Surat-Surat Paulus, Surat kepada Orang Ibrani, Surat-surat Yakobus, Petrus, Yudas dan Yohanes dan akhirnya kitab Wahyu.

Dalam Perjanjian Lama kami membuat suatu pilihan. Kalau urutan kitab-kitab Perjanjian baru tidak pernah dipertanyakan, tidaklah demikian dengan Perjanjian lama. Naskah-naskah kuno Perjanjian Lama memberikan urutan kitab-kitab yang terhitung sebagai Kitab Suci dalam naskah-naskah kuno tidak sama.

Akibatnya, memutuskan buku-buku mana yang adalah sabda Allah atau bukan, menyangkut dasar-dasar terdalam kitab Wahyu, Hanya mereka yang telah dipilih untuk memimpin Umat Allah bisa membuat keputusan sepenting itu. Pembesar-pembesar Yahudi pada zaman Yesus dan Para Rasul belum bisa mengambil langkah itu. Ada Kitab Suci berbahasa Ibrani yang dipakai di Palestina dan ada juga Kitab Suci berbahasa Yunani yang diterjemahkan dari Kitab Suci berbahasa Ibrani, yang dipakai oleh orang-orang beriman Yahudi yang terpencar-pencar di seluruh Yunani. Kadang-kadang Kitab Suci itu berbahasa Yunani ini dipakai juga di Palestina. Kitab Suci Yunani berisi juga kitab-kitab terbaru yang aslinya brbahsa Yunani.

Baru setelah terjadi pergolakan pertama melawan Roma (66-71) pada tahun 95, orang-orang Yahudi membuat daftar resmi atau yang disebut “Kanon” Kitab Suci. Mereka menolak buku-buku yang ditulis dalam bahasa Yunani. Namun Gereja pada pihaknya, tanpa membuat suatu daftar resmi, menggunakan Kitab Suci berbahasa Yunani sebagaimana dilakukan oleh penulis-penulis kitab-kitab Perjanjian baru, tanpa membedakan antara kitab-kitab berbahasa Yunani dan Ibrani. Kemudian pada abad ke 16, dalam suatu usaha untuk”kembali ke sumber-sumber asli” yang menandai zaman RENAISSANCE, orang-orang protestan mengeluarkan kitab-kitab yang berbahsa Yunani dari Kitab Suci mereka. Kitab-kitab yang dikeluarkan itu disebut ”Deuterokanonika.” Orang-orang protestan lebih suka memakai istilah “Apokrip.” Orang-orang Protestan kembali kepada “kanon” Kitab Suci berbahasa Yahudi. Dalam Kitab Suci ini kami menerbitkan Perjanjian lama yang ditetapkan oleh Gereja, yaitu Perjanjian lama dengan 46 kitab.

Kitab-kitab ini disusun dengan urutan berbeda sejak abad-abad pertama era kekristenan. Redaktur-rekdaktur modern Kitab Suci memilih salah satu dari urutan yang lebih sering digunakan oleh Naskah-naskah kuno; urutan Kitab Suci berbahsa Ibrani atau Kitab Suci BerbahsaYunani.

Disini kami mempertahankan, secara garis besar, pembagian kitab-kitab menurut tiga kategori yang dipakai dalam Kitab Suci berbahasa Yahudi atau Ibrani, Ketiga kategori ini dapat ditemukan dalam sejumlah teks dalam Perjanjian baru, khususnya Lukas 24:44 ”Kitab Taurat Musa, Kita Nabi-nabi dan Kitab Mazmur” atau menurut ungkapan Yahudi:” Hukum taurat, nabi-nabi dan Tulisan.”

Soal Jawab: Nabi Isa Al-Masih Terkemuka di Dunia dan di Akhirat

Soalan 1 :

Setuju dengan Nabi Isa Al-Masih terkemuka di dunia & akhirat.

Hanya saja kami sebagai Muslim agak bingung dengan doktrin Trinitas, karena rupanya doktrin Trinitas ini tidak ada dalam Alkitab.
Ini diciptakan oleh imperium Romawi untuk tetap beribadah sesuai dengan kebiasaan yang populer di daerah Mediterania bahkan Afrika seperti Mesir, dimana mereka beribadah dengan dewa-dewa yang berbentuk Trinitas.

Jadi Isa Al-Masih juga diTrinitaskan, sehingga penghormatan kepada dewi-dewi juga tetap bertahan dengan menjadikan Maryam bunda Allah.
Saya yakin kalau ajaran ini diluruskan akan membuka jalan bagi orang-orang muslim seperti saya untuk melihat bahwa Isa adalah Nabi yang terbesar, bukan sebagai Allah.

Jawaban 1:

Perlu diketahui bahawa istilah “trinitas” tidak ada dalam Alkitab (juga istilah “tauhid” tidak ada dalam Al-Quran), namun keseluruhan Kitab Suci mengajarkan bahwa Allah Yang Maha Esa, juga beroknum tiga.

Namun demikian, para pengikut Isa Al-Masih tidak sependapat dengan setiap faham polytheisme (banyak Tuhan), termasuk faham Tritheisme (tiga Tuhan) yang diwariskan beberapa kebudayaan yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, termasuk budaya Romawi dan Yunani.

Maryam memang adalah ibu jasmani dari Isa Al-Masih, sehingga terlalu dipaksakan kalau kita mengatakan bahwa Maryam dijadikan sebagai ibu Isa karena terpengaruh suatu kebudayaan.Ada sebagian orang yang mengenal Isa Al-Masih hanya sebagai rasul, atau nabi yang dapat melakukan mujizat, guru yang baik, ataupun pemimpin yang bijaksana.Namun orang-orang yang dikasihi Allah, beroleh kasih karunia dari Allah untuk boleh dan bisa mengenalnya sebagai Tuhan.

“Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!” Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan (Allah) Bapa-Ku yang di sorga. (Injil, Matius 16:16-17).

Keseluruhan Injil bercerita tentang Isa Al-Masih yang adalah Tuhan, namun sungguh, hanya orang yang beroleh kasih karunia dari Allah yang dapat mengerti hal itu.

_________________________

Soalan 2:

Isa Almasih adalah seorang utusan Tuhan. Dia disalib tentara Romawi tetapi Isa Al-Masih tidak mati di tiang Salib. Isa Al-Masih juga tidak naik ke langit, karena Dia lepas dari salib dan Dia mencari domba-domba yang sesat dari bani Israel.

Isa Al-Masih adalah seorang nabi yang dikirimkan khusus untuk bani Israel bukan untuk masyarakat non-Israel.

Jawaban 2:

Perhatikan ayat berikut:

Allah berfirman: “Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat.”

Bukankah ayat ini menyatakan dengan jelas bahwa Isa akan diwafatkan oleh Allah, dan kemudian setelah itu Isa Al-Masih akan dinaikkan ke sorga?

Kitab Saudara juga menyatakan bahwa Isa Al-Masih adalah tanda yang besar bagi semesta alam (Qs 21:91). Ini sama sekali bertentangan dengan perkataan Saudara bahwa Isa Al-Masih hanya untuk bani Israil saja. Perhatikanlah bahwa dituliskan dengan jelas: bagi semesta alam.

_____________________________

Soalan 3:

Kata(terkemuka) وَجِيهًا terdapat juga dalam Qs 33:69 yang ditujukan terhadap Musa. Kata terkemuka tidaklah berarti yang paling, mana mungkin ada dua yang paling?

Mengapa Muhammad tidak disebut langsung dengan kata وَجِيهًا? Tentu karena Ia jelas dalam kondisi وَجِيهًا bahwa Ia adalah uswatun hasanah, juga penutup para Nabi dan Rasul.

Jawaban 3:

kata yang sama dipakai di Qs 3:45 untuk menjelaskan bahwa Isa Al-Masih adalah yang terkemuka di dunia akhirat. Kata ini dipakai dalam Qs 33:69 untuk menyatakan bahwa Musa adalah terhormat di sisi Allah. Tidak pernah dikatakan Musa terhormat di dunia dan akhirat.

Kedua kata ini adalah kata yang sama tetapi dipakai dalam erti yang sangat berbeda. Oleh sebab itu, penterjemah juga tidak memakai kata terjemahan yang sama dalam bahasa Indonesia.

Terkemuka di dunia dan akhirat. Ini berarti terhormat atau terkenal di sorga dan neraka ketika akhirat nanti. Seseorang boleh dikatakan terkemuka atau terhormat di dunia, tetapi apakah ia boleh dikatakan sebagai yang terkemuka di sorga? Selain Allah, tidak boleh ada yang menyaingi posisi Allah di sorga. Ini berarti syirik.

______________________________

Soalan 4:

Menurut kepercayaan orang Kristen, sebenarnya siapakah Tuhan itu? Apakah Isa Al-Masih?

Jawaban 4:

Umat Kristen percaya bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi. Allah yang telah membentuk Adam (manusia pertama) dan tanah dan menghembuskan nafas kehidupan kepadanya.

Jelas Isa Al-Masih tidak dapat dipisahkan dari Allah. Sebab Isa Al-Masih adalah Kalimat Allah itu sendiri. Di mana keduanya mempunyai sifat kekekalan yang sama. Dan tentang hal ini baik Al-Quran dan Injil memberi kesaksian yang sama:

“Ingatlah, ketika Malaikat berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).” (Qs 3:45)

“Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal (Isa Al-Masih) Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 1:1; 14)

Lantas untuk apakah Kalimat Allah itu perlu datang ke dunia dalam diri Isa Al-Masih? Tujuannya hanya satu, yaitu melepaskan manusia dari ikatan belenggu dosa dan memberi hidup kekal kepada siapa saja yang mau percaya kepada-Nya.

Inilah janji indah yang disampaikan Isa Al-Masih, dan janji ini berlaku bagi siapa untuk selama-lamanya, “Isa bersabda: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).

Dengan menerima Isa Al-Masih, maka saudara akan dapat belajar mengenai “Kebenaran” tentang Allah dan menemukan “Hidup” bersama Allah.

_______________________________

Soalan 5:

Yang saya tidak paham, mengapa untuk mengampuni dosa manusia Allah harus mengorbankan anak-Nya di tiang salib, diperhinakan oleh makhluk-Nya tanpa pertolongan-Nya . Bukankah Allah Maha Kuasa, untuk mengampuni manusia adalah atas kehendak-Nya tanpa prasarat dan ritual pengorbanan.

Andaikan kepercayaan Kristiani itu benar? Kalau sama anaknya saja membiarkan tersiksa di kayu salib. Bagaimana dengan yang bukan anaknya, akan lebih jauh lagi dari pertolongan-Nya .

Jawaban 5:

Hal pertama yang perlu  diingat bahwa Allah Maha Kasih. Inilah alasan satu-satunya mengapa Allah harus mengorbankan Anak-Nya/Kalima t-Nya di tiang salib. Tujuannya supaya semua manusia, termasuk saya dan saudara tidak mati binasa karena dosa.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya (Isa Al-Masih) yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya (Isa Al-Masih) tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16)

Manusia tidak dapat mengusahakan sendiri keselamatannya. Hanya dalam Isa Al-Masih mereka dapat beroleh keselamatan. “Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia [Isa Al-Masih], sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Injil, Kisah Para Rasul 4:12)

_______________________

Soalan 6:

Kalau memang Alkitab sekarang palsu, kapan dipalsukan, siapa yang memalsukan dan tunjukkan yang asli seperti apa?

Jawaban 6:

Hampir setiap umat Muslim percaya bahwa Alkitab sudah dipalsukan. Sayangnya, mereka tidak dapat membuktikan kebenaran klaim tersebut.

Salah satu alasan umat Muslim mengatakan Alkitab palsu adalah, tidak ditemukannya dalam kitab suci tersebut nubuat kedatangan Muhammad. Sementara umat Muslim bersikeras, Isa Al-Masih telah menyampaikan nubuat tersebut sebelum Dia terangkat nabik ke sorga.

Terlepas dari apapun alasan umat Muslim mengatakan Alkitab palsu, satu hal yang pasti bahwa Allah tidak pernah lalai menjaga keutuhan firman-Nya dari tangan-tangan orang jahil yang ingin merubahnya.

“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. “ (Kitab Nabi Besar Yesaya 40:8).

______________________

Soalan 7:

Saya percaya Isa Al-Masih adalah utusan Allah, saya juga yakin Dia terkemuka di dunia maupun akhirat.

Al-Quran juga mengatakan bahwa Isa Al-Masih yang ditugaskan membunuh dajjal nanti saat kiamat datang dan itulah alasan Isa Al-Masih diturunkan ke bumi.

Saya hanya ingin tahu alasan mengapa Injil tidak menyebutkan tentang kedatangan-Nya? Jelaskan juga ayat Yohanes 16:7

Jawaban 7:

Syukurlah saudara percaya Isa Al-Masih Terkemuka di dunia juga di akhirat. Inilah salah satu bukti, Dia bukan sekedar manusia biasa. Tetapi Dia adalah Kalimat Allah yang menjelma menjadi manusia.

Saudara benar, pada akhir zaman Isa Al-Masih akan datang untuk kali kedua. Dia akan menghancurkan dajjal, yaitu kekuasaan iblis. Dan menghakimi setiap manusia termasuk saudara Hamba Allah. Pada saat itu, Isa Al-Masih akan memutuskan siapa yang layak ikut bersama-Nya ke sorga, dan siapa yang akan dilemparkan ke dalam api neraka yang kekal.

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Injil, Rasul Besar Yohanes 16:7).

Melalui ayat di atas, Isa Al-Masih kembali menegaskan pada murid-murid-Nya , bahwa Dia akan pergi dari dunia ini. Kembali pada Allah Bapa yang mengutus-Nya. Dan setelah pergian-Nya, Roh Allah yang disebut Roh Penghibur akan turun atas setiap orang yang percaya kepada-Nya.

Roh Penghibur itu akan menuntun setiap orang percaya, untuk hidup sesuai dengan kebenaran firman Allah.

Nabi Isa Al-Masih melebihi semua nabi lain di sorga?

TERKEMUKA DI DUNIA DAN DI AKHIRAT!!

Baru-baru ini, saya mendengar tentang pengalaman seorang Madura yang tua dan terpelajar yang menerima Nabi Besar Isa Al-Masih sebagai Juruselamatnya. Hal ini terjadi sesudah ia merenungkan ayat Al-Quran Surat Ali ‘Imran 45:

… Malaikat berkata: “Hai Maryam … Allah menggembirakan kamu … dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih …., seorang terkemuka di dunia dan di akhirat …

Ia terpikat dengan kutipan, “terkemuka di dunia dan di akhirat.” Jikalau seseorang disebut “terkaya” di kampungnya ini berarti tidak ada seorangpun di kampung tersebut yang lebih kaya daripada dia. Jikalau si anu disebut pemain sepak bola terbaik di Indonesia, ini berarti tidak ada seorangpun di Indonesia yang lebih pandai bermain sepak bola daripada si anu.

Isa Al-Masih nabi terkemuka di dunia dan di akhirat

Dalam Ali ‘Imran 45 kita membaca bahwa Nabi Besar Isa Al-Masih adalah “terkemuka” bukan hanya di dunia ini tetapi juga di akhirat. Ini berarti tidak ada seorang nabipun atau siapapun yang pernah hidup atau yang akan hidup yang melebihi Dia di bumi maupun di sorga. Intinya “terkemuka” tidak berarti nomor dua atau nomor tiga. Jelas “terkemuka” berarti “Nomor Satu!”

Namun demikian seorang pakar agama berani menulis, “… tiap-tiap Nabi dan Rasul itu adalah sama, sama mulianya, sama kebenaran yang dibawanya, sama kedudukannya …..” (Maria, Yesus, dan Muhammad, H. Bey Arifin, Hal. 75). Bagaimanakah pandangan ini dapat dipertahankan mengingat isi kutipan dari Ali’ Imran tadi, “…namanya Al-Masih … terkemuka di dunia dan di akhirat …..”?

Alasan mengapa Isa Al-Masih disebut sebagai terkemuka

Mungkin Saudara bertanya, “Mengapa Isa Al-Masih dikatakan ‘terkemuka’?” Ada beberapa sebabnya!! Pertama karena ibuNya, Ibu Maryam disebut perempuan terkemuka daripada semua perempuan yang pernah hidup (Ali Imran 42; Injil, Lukas 1:42, 48). Jikalau Maryam seorang ibu yang terkemuka, bukankah Ia yang menjelma menjadi manusia melalui rahim Maryam juga patut disebut “terkemuka?” Lagi Nabi Besar Isa Al-Masih satu-satunya nabi yang tidak mempunyai ayah jasmani. Tidakkah ini melebihkanNya di atas semua nabi lain? Juga Al-Quran, pakar Islam, dan Alkitab menekankan berulang kali bahwa Ia satu-satunya yang tidak pernah berdosa. Bukankah itu melebihkan Dia di atas semua nabi lain? Malahan Ia satu-satunya nabi yang tidak mempunyai kuburan di dunia ini. Ia di sorga. Ia akan kembali, menurut kepercayaan Islam atau Kristen, untuk menghakimi dan memimpin dunia ini. Bukankah ini membuktikan bahwa Ia melebihkan semua Nabi lain yang pernah hidup?

Semuanya benar. Bukti lagi akan kenyataan bahwa Kalimah Allah, Nabi Besar Isa Al-Masih “terkemuka” terdapat dalam ayat-ayat Allah ini:

… Dia … jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang. (Injil, Surat Efesus 1:20-21).

Nah, Saudara, kita ingin hidup berkenan kepada Allah. Karena demikian bukankah kita wajib mengutamakan siapa yang diutamakan Allah di dunia ini dan di akhirat? Sebaiknya kita memperhatikan proklamasi sbb:

…. terdengarlah suara-suara yang nyaring di dalam sorga, katanya: “Pemerintahan atas dunia dipegang oleh Tuhan kita dan Dia yang diurapiNya [Isa Al-Masih], dan Ia akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya.” ….. Ia memakai jubah yang telah dicelup dalam darah dan namaNya ialah: “Firman [Kalimah] Allah.” ….Dan pada jubahNya dan pahaNya tertulis suatu nama, yaitu: “Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan.” (Injil, Wahyu 11:15, 19:13, 16).

Nyatakan KemuliaanMu

Sebahagian orang mengejutkan saya. Sesaat setelah saya menemui mereka, saya merasa ada yang luar biasa dari diri mereka. Pemikiran mereka mendalam dan mendasar. Pemikiran mereka kreatif dan menarik. Usulan mereka praktis dan menguntungkan. Mereka memancarkan sinar yang tidak biasa dan perhatian pada orang lain. Saya menemukan diri saya bertanya pada mereka dan mendengarkan jawaban mereka denga seksama karena saya ingin lebih mengenal mereka, menemukan apa yang mereka pikirkan, bagaimana perasaan mereka, dan apa yang membuat mereka seperti itu. Bisa mengenal mereka merupakan suatu yang sangat menolong bagi saya.

Satu hari nyata bagi saya bahwa Tuhan merupakan pribadi yang paling menarik yang pernah hidup dan bisa mengenal Dia merupakan hal paling menolong yang pernah terjadi terhadap diri saya. Semakin saya menyelidiki naturNya, semakin saya yakin kalau pengenalan saya menolong semua masalah saya. Dan saat saya mendengar orang lain mensharingkan beban mereka kepada saya sebagai pastor, saya jadi yakin bahwa pengenalan akan Tuhan yang lebih baik merupakan jawaban masalah mereka. Saya memutuskan kalau saya harus lebih mengenal Tuhan, dan juga saya ingin orang lain mengenal Tuhan, semampu saya.

Banyak pelajar Alkitab percaya, sebagai hasil penyelidikan Alkitab mereka bahwa pekerjaan orang Kristen yang paling penting adalah mengenal Tuhan. Apakah anda bisa berkata anda mengenal Tuhan secara pribadi? Jika ya, seberapa baik? Kurang? Cukup? Sangat dekat? Penelitian menunjukan bahwa, selain meningkatnya sekularisme dalam masyarakat kita, mayoritas orang Amerika tetap percaya keberadaan Allah. Hampir semua memiliki keraguan tentang itu, tapi rata-rata setelah merenungkannya, mereka jadi yakin tentang itu. Harus ada Tuhan yang punya pribadi.

Tapi jika orang yang sama ditanya, “apakah anda mengenal Tuhan secara pribadi?” banyak yang mengakui kalau mereka tidak pernah memikirkan tentang itu. Memiliki hubungan pribadi yang dekat dengan Tuhan merupakan sesuatu yang tidak pernah terpikir oleh mereka. Kenyataannya, mereka tidak yakin bahwa Tuhan bisa dikenal, atau mereka ingin mengenalNya jika mereka tahu itu bisa.

Kita semua memiliki gambaran tentang seperti apa Tuhan itu. Psikolog mengatakan bahwa gambaran itu sebagian besar terbentuk melalui hubungan kita dengan ayah kita. Bagi beberapa orang, Tuhan merupakan tirani yang mengecewakan mereka setiap saat. Siapa yang ingin mengenal Tuhan seperti itu? Bagi yang lain, Tuhan seorang yang terlalu kaku dalam disiplin yang selalu mengawasi setiap tindakan mereka, siap berkata pedas jika mereka keluar jalur. Mereka ingin menjauh dari Tuhan seperti itu. Dan bagi yang lain, Tuhan seperti ayah yang tidak pernah hadir karena terlalu sibuk untuk peduli pada mereka. Dia memang menciptakan mereka tapi sekarang dia punya hal yang lebih penting untuk dilakukan. Tidak ada gunanya mencoba mengenal tuhan seperti itu. Dan bagi yang lainnya lagi, Tuhan seperti bapa leluhur yang enak untuk dikenal, tapi yang tidak benar-benar mengerti mereka atau jika dia mengenalNya tidak ada kesamaan. Jadi kenapa pusing-pusing berusaha?

Sebagian besar orang ingin Tuhan yang membela mereka daripada melawan mereka, atau Dia ada disaat mereka membutuhkanNya. Tapi mengenalNya secara pribadi? Konsep itu asing bagi mereka. Saya sering bertanya, apa yang Tuhan pikirkan mengenai semua ini. Dia juga seorang pribadi. Dia berpikir. Dan Dia memiliki perasaan. Bagaimana perasaan anda jika anda tetap mensharingkan diri anda pada orang lain dalam persahabatan, tapi sebagian besar orang yang anda jangkau menolak menerima anda atau menolak percaya apa yang anda katakan tentang diri anda? Mereka terus menerus mengulang prasangka mereka tentang anda dan terus mengabaikan anda. Itu mungkin yang dirasakan Tuhan tentang situasi ini.

Tuhan bisa dikenal, dan Dia ingin dikenal. Kenyataannya, Dia mengatakan pada kita bahwa kekekalan kita tergantung atas pengenalan akan Dia. Yesus berkata, “nilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (John 17:3). Mengenla Tuhan dan AnakNya Yesus merupakan inti hidup kekal. Kata mengenal dalam ayat ini tidak menunjuk pada pengenalan biasa. Itu merupakan pengenalan yang didapat dari hubungan pribadi dan hidup. Jika mengenal Tuhan sepenting itu, mungkin kita harus mencari tahu bagaimana kita bisa mengenal Dia.

Seorang yang Ingin Dikenal Harus Menyatakan Diri Terlebih Dahulu

Apa artinya mengenal seseorang? Jelas, pertama kali kita harus tahu sesuatu tentang dia, apa yang disukainya, bagaimana cara pikirnya, dan bagaimana dia bertindak dalam keadaan tertentu. Dan itu hanya bisa terjadi jika dia menyatakannya pada kita.

Jika saya ingin mengenal anda, saya perlu membuka diri saya, menjangkau anda dengan cara bersahabat, dan menunjukan ketertarikan dalam anda. Tapi itu hanya sedikit dampaknya sampai anda juga membuka diri anda. Andalah kuncinya. Anda yang memutuskan apakah mau atau tidak saya mengenal anda. Jika anda ingin saya mengenal anda, anda akan terbuka dan mengatakan tentang diri anda—pemikiran anda, apa yang anda percaya, perasaan anda. Anda akan menjadi diri anda dihadapan saya, yaitu yang sebenarnya dari pribadi anda. Anda tidak akan memasang topeng, atau selalu mengatakan yang terbaik saja.

Salah satu alasan hanya sebagian orang Kristen menikmati persahabatan sejati adalah mereka takut orang mengenal mereka, takut mereka tidak disukai atau bisa dipercaya jika seseorang mengenal pribadi anda sesungguhnya. Jadi mereka bermain petak umpet. Tuhan tidak seperti itu. Dia ingin dikenal. Dia yakin kalau kita mengenal dia dengan baik, kita akan semakin mengasihiNya, semakin percaya, semakin memujiNya, dan melayani Dia. Jadi dia berinisiatif dan membuka diri. Dia mengatakan tentang diriNya pada kita. Harus seperti itu. Tidak akan ada pengenalan pribadi akan Tuhan kecuali Dia membuka diriNya.

Bagaimana Tuhan menyatakan diriNya? Salah satu cara melalui alam. “Langit menceritakan kemuliaan Allah” (Psalm 19:1). Dia juga menyatakan DiriNya dalam sejarah. Seperti yang sudah dipelajari Raja Nebuchadnezzar dari Babylon, “Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia” (Daniel 4:17). Rasul Paulus mengajarkan kita bahwa Tuhan menyatakan hukumNya pada pikiran manusia (Romans 2:14-16). Tapi semua ini tidak memberikan kita petunjuk khusus tentang pribadi dan nature Allah. Kita memerlukan sesuatu yang lebih. Kita memerlukan Dia bicara pada kita. Dan Dia melakukannya, tidak melalui pengalaman mistis, tapi melalui Firman. Itu semua adalah perkataan Tuhan kepada kita. Itu diberikan melalui mulutNya (cf. 2 Timothy 3:16; Matthew 4:4). Dalam Alkitab Tuhan memberitahukan tentang diriNya. Kita belajar bagaimana pemikiranNya, perasaanNya, dan bagaimana kita mengharapkan tindakanNya. Jika kita ingin mengenal Tuhan, kita harus mulai dengan membuka Alkitab dan membaca apa yang dikatakanNya tentang dirinya sendiri.

Tapi Tuhan itu tidak terbatas, dan kita terbatas. Bagaimana yang terbatas bisa memahami yang tidak terbatas? Bagaimana manusia bisa benar-benar mengenal ilahi? Kelihatannya Tuhan harus menyatakan diriNya pada kita secara pribadi daripada sekedar tulisan jika ingin kita memiliki pengenalan sejati. Dan itulah yang dilakukanNya. “Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta. Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi” (Hebrews 1:1-3). Yesus Kristus merupakan kemuliaan Tuhan dan keberadaan Tuhan sendiri. MengenalNya sama dengan mengenal Tuhan. Yesus sendiri menyatakan itu, “Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia” (John 14:7).

Walau Yesus telah kembali kesurga, Tuhan telah memberikan kita tulisan tentang kehidupanNya dan juga semua hal yang diperlukan agar kita bisa mengenalNya secara pribadi. Kita bisa mengenal Kristus seperti kita berjalan denganNya dibumi seperti yang dilakukan para muridNya. Dan mengenalNya sama dengan mengenal Tuhan.

Tentu saja, kemahiran rohani yang kita butuhkan tidak bekerja saat kita dilahirkan. Alkitab mengatakan kalau mereka mati. Mereka perlu dihidupkan dihadapan Allah (cf. Ephesians 2:1). Tuhan melakukan itu saat kita mengakui kesalahan kita dan percaya pada Kristus yang mati diKalvary. Dalam kelahiran baru, kelahiran rohani, kelahiran yang datangnya dari atas, Dia memberikan kita hidup kekal, kehidupan rohani (cf. John 3:3, 16). Dia masuk kedalam kita dalam pribadi Roh Kudus dan membawa kita kedalam hubungan pribadi dengan diriNya. Kemudian baru kita bisa berkata, “Aku mengenal Tuhan.” Pengenalan akan Tuhan dimulai dikayu salib Yesus Kristus. Inilah pengenalan yang dimaksud saat Dia berkata bahwa hidup kekal adalah mengenal Bapa dan DiriNya. Mengenal Tuhan dalam hal ini berarti menjadi orang Kristen sejati.

Dari situ kita memiliki sumber rohani untuk mengenalNya lebih baik. Dan itulah keinginanNya. Dia mendorong kita untuk bertumbuh dalam pengenalan akan diriNya (2 Peter 3:18). Tapi bagaimana itu bisa terjadi? Dia sudah berinisiatif dan menyatakan diriNya. Langkah berikutnya dari kita.

Seseorang yang Ingin Dikenal Harus Berespon

Membangun Keinginan. Mari kita kembali kegambaran manusia. Jika saya ingin mengenal anda, pertama kali anda harus membuka diri anda pada saya dan berbagi dengan saya. Tapi saya tetap tidak mengenal anda kecuali saya berespon pada pernyataan anda. Kualitas respon saya tergantung pada besar kecilnya keinginan saya. Apakah pengenalan pertama saya membangkitkan keinginan untuk lebih mengenal lagi? Apakah saya tetap ingin mengejar hubungan dan membawanya ketingkat yang lebih dalam ? Walau disaat pertama anda kuncinya, sekarang saya kuncinya. Saya memutuskan apakah saya mau atau tidak mengenal anda lebih jauh.

Sebagian orang Kristen tidak berespon banyak terhadap hubungannya dengan Tuhan. Mereka sudah cukup mengenalNya untuk kebutuhan keselamatan, dan mereka telah bertemu denganNya secara pribadi dalam hubungan keselamatan, tapi mereka tidak bergerak dari sana. Sayangnya mereka menjadi sibuk dengan hal lain, dan waktu mereka mengenal Tuhan tidak ada. Walau mereka mengenalNya, itu bukan pengenalan yang intim. Itu menjelaskan beberapa masalah dalam hidup mereka, seperti kekhawatiran, ketakutan yang tiada akhir, rasa bersalah, kecemasan, dan depresi roahani, karena semua itu berhubungan dengan pengenalan akan Tuhan. Dan semua itu tidak akan berubah sampai mereka mengembangkan keinginan membara untuk mengenal Tuhan lebih dalam.

Mengenal Tuhan lebih baik merupakan masalah penting dalam kehidupan Kristen. Itu mempengaruhi begitu banyak aspek kehidupan rohani kita. Sebagai contoh, sebagian besar orang percaya yang ingin menyenangkanNya ingin mengenal kehendakNya. Mereka bertanya, “Apa yang Tuhan ingin saya lakukan?” Mengenal Dia lebih baik akan menyediakan jawaban pertanyaan itu. Saat pengenalan anda bertumbuh, kita mulai berpikir seperti Dia berpikir, melihat seperti Dia melihat, terbeban seperti bebanNya. Kita tidak perlu bertanya apa yang Dia ingin kita lakukan. Kita akan tahu. Dan itulah alasan untuk mulai membangun keinginan kuat mengenalNya.

Musa memiliki keinginan itu. Kita tentang itu diperistiwa pemujaan lembuh emas. Musa membangun tenda diluar perkemahan dan bertemu dengan Tuhan secara rutin. Tuhan bicara denganNya muka dengan muka seperti manusia bicara pada temannya, dan Musa semakin mengenalNya. Tapo dia ingin mengenalNya lebih jauh. “Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau” (Exodus 33:13). Itulah keinginan membara hatinya—sungguh-sungguh ingin mengenal Tuhan. Permintaannya menghasilkan janji dari Tuhan: “Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu” (Exodus 33:14). Itu merupakan kepastian yang indah tentang bimbingan dan perlindungan.

Tapi itu tidak cukup bagi Musa. Setiap kali Tuhan menyatakan dirinya, muncul kelaparan dalam hati untuk ingin lebih mengenalnya. Dengan keinginan dalam hatinya dia berkata, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku!” (Exodus 33:18) Kemuliaan Tuhan merupakan keseluruhan atributNya. Musa berseru ingin mengenal semua yang bisa manusia tahu tentang Tuhan. Dia sadar bahwa hidup dalam dunia ini kosong dan tiada arti diluar pengenalan yang intim akan Tuhan yang menciptakan dan mengatur dunia, yang menciptakan dirinya dan memberikannya hidup. Dia ingin mengenal Tuhan dan berseru dari kedalam hatinya, “perlihatkanlah kemuliaanMu kepadaku.” Orang itu siap menerima pengenalan akan Tuhan.

Daud memiliki keinginan yang sama. Kita melihat itu berulang-ulang diseluruh Mazmur:

Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini:

diam di rumah TUHAN seumur hidupku,

menyaksikan kemurahan TUHAN

dan menikmati bait-Nya (Psalm 27:4).

Berdiam dirumah Tuhan adalah hidup dalam hubungan yang intim dengan Tuhan. Itulah keinginan Daud:

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair,

demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.

Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup.

Bilakah aku boleh datang melihat Allah? (Psalm 42:1-2)

Ya Allah, Engkaulah Allahku, aku mencari Engkau,

jiwaku haus kepada-Mu, tubuhku rindu kepada-Mu, s

eperti tanah yang kering dan tandus, tiada berair. (Psalm 63:1).

Paulus juga memiliki keinginan yang sama: “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus” (Philippians 3:7-8). Semua kedudukan, pujian, kekuasaan, prestige, dan harta dibumi seperti sampah jika dibandingkan dengan pengenalan akan Kristus karena semua itu tidak memiliki nilai yang kekal. Itu semua tidak bernilai dalam pikirannya.

Kenapa setiap orang ingin duduk dan mengejar sampah? Ya, itulah yang dilakukan sebagian orang percaya. Mereka berhasrat memiliki hal duniawi dibanding pengenalan akan Tuhan; Mereka lebih memilih sampah padahal mereka bisa mendapat hal terbaik dalam hidup—suatu hubungan yang dekat dengan Tuhan. Keinginan Paulus dalam hidup ini adalah mengenal Kristus (Philippians 3:10). Itulah sebabnya Tuhan memakainya dengan luar biasa. Keinginannya sangat kuat. Mintalah Tuhan memberikan anda keinginan yang sama, untuk menolong anda haus akan Dia. Kemudian mulai membaca FirmanNya dengan mata yang sudah terbuka tentang diriNya. Setiap pernyataan baru akan lebih menguatkan kita untuk lebih mengenalNya.

Terima Apa yang Sudah Tuhan Nyatakan. Setelah membangung hasrat, langkah berikutnya adalah menerima apa yang sudah dinyatakan tentang diriNya. Yaitu atribut Allah. Atribut yang menunjukan karakteristik, yang dinyatakan Tuhan sebagai diriNya. Itu bukan hanya bagian atau kualitas yang menunjukan siapa Dia—tapi inti keberadaan, nature, karakterNya. Tuhan dan atributnya sebenarnya satu. Saat kita mempelajari atribut, kita tidak hanya belajar Tuhan seperti apa, tapi siapa Dia.

Sebagian Teolog memberi perbedaan tajam antara esensi Allah dan atributNya, tapi itu sebenarnya tidak perlu. Keseluruhan atributNya menunjukan siapa Dia, esensi keberadaanNya. Jika anda menggambarkan semua bagian yang bisa menunjukan suatu hal, itu esensi. Demikian juga, jika anda bisa menggambarkan semua atribut Allah, anda bisa menunjukan esensiNya, siapa Dia.

Jelas, kita tidak tahu semua tentang Allah. Kita dibatasi oleh apa yang dinyatakan oleh DiriNya melalui FirmanNya. Dan dengan pikiran kita yang terbatas, kita tidak bisa memahami semuanya itu. Tapi apa yang bisa kita tangkap dari pernyataanNya bisa memperkaya keberadaan kita dibumi dan menyediakan sukacita besar dari hal lain dalam hidup. Itu membawa kita berhubungan dengan Tuhan.

Ada perdebatan diantara teolog tentang penggolongan atribut Allah. Sebagian membedakan atribut alami dari atribut moral, yaitu yang berasal dari nature dasar dan yang menunjukan diriNya sebagai pribadi, keberadaan moral. Sebagian lagi memisahkan atribut yang bisa dikomunikasikan dan yang tidak bisa dikomunikasikan, yaitu yang ada perbandingannya dalam hidup manusia dan yang tidak ada contoh perbandingannya. Sedangkan kelompok lainnya berkeras bahwa atribut immanent adalah yang berhubungan dengan Tuhan sebagai diriNya, dan atribut transitive menunjukan DiriNya pada ciptaanNya. Kenapa kita perlu mengelompokan atribut Tuhan? Dia adalah Dia. Saya lebih memilih mengenalNya sebagaimana adaNya Dia tanpa mengesampingkan semua atribut itu.

Seperti kita lihat, Tuhan menyatakan diriNya dalam FirmanNya, anda mungkin berkata, “Itu bukan cara yang selalu saya pikirakan tentang Tuhan.” Tapi apa yang selalu kita pikir tidak selalu penting. Memusatkan diri pada hal itu bisa membingungkan kita. Kita perlu memusatkan diri pada apa yang Tuhan katakan tentang DiriNya. Sebagai contoh, jika saya memiliki praanggapan tentang anda yang tidak akurat, tapi saya terus memegang itu walau anda sudah menyatakan kebenaran tentang diri anda, saya jelas tidak akan pernah mengenal anda. Saya harus menerima apa yang anda katakan tentang diri anda. Demikian juga, saat Tuhan mengatakan siapa Dia dan bagaimana tindakanNya perlu kita percayai. Itu sangat penting untuk mengenalNya. Tapi ada hal lain yang perlu kita mengerti.

Libatkan Seluruh Keberadaan Anda. Setelah keinginan sudah dibangun, dan keputusan untuk menerima apa yang dinyatakanNya sudah dibuat, harus ada komitmen yang jelas padaNya yang melibatkan seluruh keberadaan kita. Dalam ilustrasi manusia kita, saya tidak bisa mengenal anda dengan intim kecuali saya mengkomitmenkan diri saya untuk ada waktu bersama anda, sama-sama tertarik terhadap hal yang anda sukai, memperhatikan apa yang anda juga perhatikan, dan bergembira terhadap apa yang membuat anda gembira. Saya harus sepenuhnya terlibat dalam hidup anda. Sayangnya, sebagian besar dari kita berhenti dititik ini dalam pengenalan akan Tuhan.

Jika kita benar-benar ingin mengenal Dia, itu harus melibatkan keseluruhan pribadi kita—kepintaran, emosi dan kehendak. Sayangnya, kita hidup dimasa yang ekstrem. Disatu sisi ada orang yang betul-betul tahu semua doktrin tentang Allah, tapi sama sekali tidak memiliki hubungan dengan Dia. Disisi lain, ada yang begitu mementingkan pengalaman perasaan rohani, tapi sama sekali tidak tahu apa-apa tentang doktrin Allah. Diantara keduanya, orang yang berkata mereka mengenal Tuhan tapi tidak melakukan kehendakNya untuk taat.

Ketiga bagian kepribadian kita terlibat dalam pengenalan akan Tuhan. Pertama, kita belajar tentang Dia dengan otak kita. Kita belajar Firman, menyerap informasi yang dinyatakanNya, merenungkannya, kemudian berpikir implikasi dan aplikasi dalam kehidupan kita. Itu semua fungsi otak. Otak harus terlibat dalam pengenalan akan Tuhan. Jika kita tidak memiliki informasi yang benar tentang Dia, kita tidak bisa mengatakan kalau kita mengenalNya.

Tapi kita tidak boleh berhenti di otak. Saat kita lebih tahu, kita lebih terlibat secara emosi denganNya. Dan itu tidak perlu ditakuti. Tidak beralasan jika kita menjauh dari pengekspresian emosi iman kita. Saat kita melihat kedalam kasihNya bagi kita, bisa membuat kita menangis atau berteriak memuji. Itu pasti menyukakan Dia. Saat kita mengerti implikasi anugrahNya atas pendosa yang tidak layak seperti kita, kita bisa menyanyi, walau tidak terlalu cocok dengan nadanya. Saat kita mengalami pengampunanNya, kita akan merasa lega, dan kasih, dan sukacita, dan rasa aman. Saat kita melihat orang lain menolakNya, kita akan sedih. Itu semua emosi, dan pengenalan akan Allah tidak menghilangkan hal itu.

Tapi kita tidak boleh berhenti dengan pengetahuan dan pengalaman perasaan. Kita harus melakukan apa yang sudah kita temukan. Kita harus memilih melalui tindakan kehendak kita yang sesuai dengan informasi dan perasaan yang sudah kita alami. Tidak semua orang melakukan itu. Paulus berkata tentang orang yang mengaku mengenal Tuhan tapi menolak Dia melalui perbuatan mereka (Titus 1:16). Yohanes lebih jauh berkata bahwa seorang yang berkata mengenal Tuhan tapi menolak taat adalah pembohong (1 John 2:4).

Mari kita kembali keilustrasi manusia. Jika saya sudah mengenal anda dengan intim, anda akan mengharapkan hal tertentu dari saya, hal-hal seperti kesetiaan, persekutuan, keterbukaan, dan keinginan untuk menyenangkan anda. Itu semua harus dilakukan atas dasar pilihan kita.

Kita tidak bisa mengatakan, kita mengenal Tuhan karena kita memiliki informasi tentang Dia atau mengalami pengalaman emosi dengan Dia. Jika kita benar-benar mengenal Dia kita akan melakukan apa yang dikehendakiNya. Kita akan berjalan dengan Dia, dengan bebas mengatakan padaNya apa yang ada dalam hati kita, jujur mengakui kegagalan kita, dan percaya pada perkataanNya, bergantung padaNya, menyerahkan diri kita padaNya, taat, dan memuji Dia karena pengenalan akan DiriNya. Saat kita melakukan hal itu, pengenalan kita akan lebih berarti dan penuh.

Keinginan kita untuk mentaati Tuhan akan sangat meningkatkan pengenalan akan Dia. Sebagai contoh, jika saya menyatakan keinginan saya untuk taat pada perintah anda, saya akan belajar banyak hal tentang anda melalui hal yang anda minta saya lakukan. Semakin saya taat, semakin anda memerintah saya, semakin saya belajar. Saat saya berhenti mendengarkan anda, saya berhenti bertumbuh dalam pengenalan saya.

Anne Sullivan, yang mengajar Helen Keller yang buta dan tuli, menyadari bahwa tidak ada gunanya mencoba mengajar gadis kecil ini sampai dia belajar taat padanya. Dia yakin ketaatan merupakan pintu masuk pengetahuan kedalam pikiran anak kecil itu. Hal yang sama juga berlaku pada anak Tuhan. Ketaatan merupakan pintu masuk pengenalan akan Dia. Sebagian dari kita telah terhalang. Mengenal Dia lebih baik membutuhkan penyerahan diri secara penuh dan memutuskan untuk taat sepenuhnya juga.

Jika masalah itu sudah selesai dan anda ingin terus bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan, saya akan menolong dengan memberikan beberapa informasi yang sudah dinyatakanNya dalam Firman. Saya merasa tidak layak, tapi saya akan mencobanya. Selanjutnya terserah anda. Anda perlu percaya pada perkataanNya, kemudian komitmenkan diri anda padaNya. Itu berarti harus ada beberapa perubahan dalam cara anda hidup, tapi keuntungannya melimpah. Mungkin kita perlu melihat keuntungannya sebelum kita menyelidiki atributnya. Itu tujuan dari bab berikut.

Tindakan yang Perlu diambil

Pastikan anda setiap hari meminta Tuhan menunjukan sesuatu tentang Dirinya, dan kedua anda membaca sebagian Firman setiap hari, mencari beberapa kebenaran tentang diriNya. Mulailah sekarang.

Orang Yang Mengenal TuhanNya

Apa salah dengan kerohanianku? Kenapa aku tidak mempunyai damai dan kegembiraan yang dimiliki orang Kristen lainnya? saya tidak bisa lagi menghitung banyaknya orang-orang yang menanyakan pertanyaan seperti itu selama pelayanan saya. Mereka sudah membaca Alkitab yang seharusnya mempunyai kegembiraan yang tak dapat dilukiskan dan penuh dengan kemuliaan ( 1 Petrus 1:8), tetapi mereka tidak bisa membayangkan apa itu pengalaman Kristen. Jika mereka menulis suatu acuan hidup Kristen itu akan lebih seperti kemuraman yang tidak tertahan dan penuh dengan keraguan.

Tidak Ada Formula Ajaib

Saya tidak mempunyai formula apapun untuk memperindah hidup Kristenmu. Ada banyak faktor dalam Alkitab yang bisa mempengaruhi kesejahteraan rohani kita, tetapi satu hal yang pasti – pengenalan Tuhan secara pribadi, adalah satu faktor utama. Keuntungan pengenalan Tuhan pengetahuan sangat luar biasa. Kita akan bicara lebih banyak tentang itu bersama dengan masing-masing atributnya, tetapi mari kita pertimbangkan beberapa keuntungan umum sebelum kita mulai, agar supaya kita mempertajam selera rohani kita dan membangunkan dahaga kita untuk Tuhan. Di sini ada sebagian hal baik yang akan kita nikmati saat pengetahuan kita akan bertumbuh.

Kuasa

Alkitab menyatakan bahwa “umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak” (Daniel 11:32). Itu adalah suatu janji besar. Tetapi dalam rangka memahaminya kita harus mengetahui sedikit sejarah Yahudi. Orang Yahudi sudah mengalami beberapa penyiksaan sengit sampai berabad-abad, tetapi tidak ada lebih buruk dibanding di bawah Antiochus Epiphanes, Raja Suriah yang menjadi raja dari 175 sampai 164 B.C. Ia mengasumsikan nama Theos Epiphanes yang berarti jelmaan Tuhan, tetapi bangsa Yahudi mengubah satu huruf dalam namanya ( dalam bahasa mereka) dan memanggil dia Epimanes, yang berarti manusia gila. Dan ia memang gila! Kebenciannya terhadap bangsa Yahudi secara harafiah sangat gila.

Daniel mengantisipasi pemerintahannya secara nubuat dalam pasal kesebelas kitab ini. Dan ia lakukan persis seperti Daniel ramalkan. Ia perintahkan untuk memberhentikan pemberian korban orang Yahudi dan mengotori Bait Tuhan dengan mengorbankan babi diatas altar. Sebagai tambahan, ia melarang pelaksanaan hari sabat dan sunat anak-anak, memerintahkan semua salinan Kitab-kitab dibinasakan, menyediakan altar pemujaan, memerintahkan bangsa Yahudi untuk mengorbankan korban yang kotor, dan meminta dengan tegas agar mereka makan daging babi. Orang yang menentang perintahnya dihukum mati. Itu adalah bencana masa lampau. Ketika Daniel mengantisipasi kekejaman ini ia bertanya pada dirinya bagaimana orang-orang ini akan mampu bertahan. Jawaban tidaklah lama: “ umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak” ( 11:32).

Dan itu persis apa yang mereka lakukan. Suatu kelompok orang berani disebut Maccabees memimpin suatu pemberontakan gagah berani melawan Antiochus. Eksploitasi mereka, melawan rintangan tak dapat diatasi, adalah benar-benar luar biasa. Mereka mengenal Tuhan mereka, memegang Kuasa Kedaulatannya, bertindak, dan menghancurkan genggaman Antiochus atas Israel. Cerita mereka adalah suatu hikayat kekuatan, keperkasaan dari orang yang mengenal Tuhan. Orang-Orang hari ini yang sungguh-sungguh mengetahui Tuhan mempunyai derajat tingkat kekuatan dan keberanian yang sama. Mereka membela kebajikan, menentang kejahatan, bertahan dalam penyiksaan saat perlu, kemenangan melalui menderita, dan memenuhi berbagai hal besar untuk kemuliaan Tuhan. Tidak ada jalan lain untuk mempunyai kuasa rohani kecuali melalui pengenalan akan Tuhan.

Daniel sendiri adalah manusia yang mengenal Tuhan. Ketika presiden dan para pangeran Medo Kerajaan Persia mendorong Raja Darius untuk mengeluarkan suatu keputusan yang melarang siapapun menyembah dewa manapun atau manusia kecuali raja, atau dilempar ke dalam kandang singa, Daniel tetap berdoa kepada Tuhan di Surga ( Daniel 6:4-15). Tidak saja ancaman kematian tidak bisa menghalangi dia melakukannya. Ia mengenal Tuhannya, dan orang-orang yang mengenal Tuhan mempunyai keberanian dan kekuatan untuk lakukan Kehendaknya walaupun keseluruhan dunia melawan mereka dan semua orang di sekitar mereka menyerah dalam dosa. Kita juga dapat memiliki kuasa rohani untuk melakukan kehendak Tuhan dan membuat dampak penting atas dunia yang tidak berTuhan di mana kita tinggal. Ketika pengenalan kita akan Dia meningkat dan persahabatan kita denganNya tumbuh lebih akrab, Ia membuat Kuasanya lebih siap tersedia untuk kita.

Damai

Petrus menceritakan kepada kita tentang orang-orang yang mengenal Tuhan. Ia berkata, “ Kasih karunia dan damai sejahtera melimpahi kamu oleh pengenalan akan Allah dan akan Yesus, Tuhan kita” ( 2 Petrus 1:2). Statemennya mengungkapkan baik rahmat dan damai menngkat dalam hidup orang percaya melalui pengenalan Tuhan yang saksama dan penuh. Anugrah adalah keinginan Tuhan, Kepedulian yang sangat, bantuan yang setia, dan pertolongan. Kita menikmati pertolongan Tuhan setingkat dengan pengenalan kita. Itu seharusnya mudah dipahami. Jika kita tidak mengenalNya dengan baik, kita tidak akan mengetahui bantuan apa Ia sediakan, atau bahkan saat Ia sedang menawarkan kita bantuan. Kita harus mengenalNya untuk mampu menerima manfaat yang diberikanNya pada kita.

Tetapi damai yang saya ingin bahas disini — ketengan didalam diri, suatu kepercayaan diri, suatu stabilitas dan kendali menghadapi keadaan sulit. Itu bertambah dalam kita melalui pengenalan kita akan Tuhan yang mengendalikan keadaan kita. Betapa kita memerlukan damai dalam dunia yang gelisah ini! Ketika kita mempunyai damai, kita menyadari bahwa tidak ada alasan untuk khawatir atas setiap masalah baru. Tuhan yang Maha Kuasa yang mencintai kita dan memperhatikan tiap-tiap detil hidup kita akan mengusahakan yang terbaik. Makin baik kita berusaha memahamiNya, semakin kita bersandar dalam rencanaNya yang bijaksana untuk masa depan kita.

Ada suatu ilustrasi besar dalam buku Daniel tentang damai yang datang dari pengenalan akan Tuhan. Raja Nebuchadnezzar yang telah mendirikan patung dirinya sendiri dimana semua orang diperintahkan untuk membungkuk. Menolak bararti kematian dimasukan dalam tungku perapian yang menyala-nyala. Tetapi Shadrach, Meshach, dan Abednego adalah orang-orang yang mengenal Tuhan. Mereka tidak bisa membungkuk didepan patung emas itu. Ketika menjadi jelas bahwa mereka telah menolak, mereka dibawa kedepan raja dan diberi kesempatan yang terakhir. Nebuchadnezzar dengan bangga berkata, “ Tetapi jika kamu tidak menyembah, kamu akan dicampakkan seketika itu juga ke dalam yang perapian menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?” ( Daniel 3:15)

Jawaban ketiga para pelayan Tuhan merupakan salah satu ungkapan iman dalam Alkitab. Mereka mulai dengan mengatakan, “ Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini” (ayat 16). Tidak rasa tidak hormat didalam kata-kata mereka. Mereka mengakui bahwa tuduhan itu benar dan mereka tidak membela diri. Mereka melakukan apa yang harus dilakukan. Tetapi mereka melanjutkan, “ Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya pemimpin; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya pemimpin, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu” (ayat 17,18).

Mereka mengenal Tuhan yang Maha Kuasa mampu menyelamatkan mereka. Ia yang menciptakan api dan yang membuat badan mereka pasti bisa menjaga mereka dari hal ini. Dan mereka percaya Ia mau. Tetapi sekalipun mereka tidak secara penuh memahami rencana Tuhan pada waktu itu dan Ia tidak menyelamatkan mereka, tidak apa-apa! Mereka akan ada dalam keadaan yang lebih baik dihadiratNya. Di dalam kasus manapun , mereka tidak akan menentangNya dengan membungkuk didepan patung. Mereka mempunyai damai yang sempurna dan kepercayaan dihadapan kematian sebab mereka mengenal Tuhan.

Apakah anda ingin memiliki damai seperti itu? Apakah anda ingin menghadapi pencobaan, masalah apapun, bahaya apapun, atau ancaman apapun, serta bisa berkata dengan penuh percaya diri, “ Tidak penting apa yang terjadi kepada saya. aku mengetahui bahwa Tuhan akan bekerja bersama-sama untuk kebaikan. aku hanya ingin melakukan Kehendaknya dan memuliakanNya.” Kedamaian seperti itu tergantung pada tingkat pengenalan Tuhan. Ketika kita belajar untuk mengenalNya lebih baik dan mulai untuk merasakan Kuasanya dengan Cinta abadinya, kita akan belajar untuk tenang didalam Dia — seperti anak kecil tenang dan damai didalam lengan ayahnya selagi badai mengamuk diluar.

Kebijaksanaan

Paulus adalah manusia yang menikmati keuntungan dari pengenalan akan Tuhan, dan ia rindu membagikan pengalaman pertobatannya dengan orang lain. Ia sering berdoa untuk itu , dan dalam doa itu kita belajar lebih banyak tentang keuntungan pengenalan akan Tuhan. Bagi jemaat diEphesians ia berdoa, “ meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” ( Ephesians 1:17). Kata Roh bukanlah suatu acuan kepada Roh Kudus. Jemaat Ephesians telah memilikiNya tinggal dalam hidup mereka. Paulus sedang mengacu pada suatu sikap mental atau disposisi dari pemahaman rohani yang benar dimana Roh Kudus sendiri bisa hasilkan dalam diri mereka, itu adalah, kemampuan untuk memahami kebenaran Tuhan dan menjalankannya. Ia ingin mereka mampu menyerap kenyataan rohani dan aplikasi kebenaran itu dalam hidup mereka.

Sebagian dari kita memiliki kekurangan dalam pemahaman rohani. Kita membaca Firman Tuhan tanpa mengerti apa yang dikatakan, dan kita secara total kehilangan implikasinya bagi kita. Kita ingin mendapatkan apa yang Paulus doakan untuk, suatu roh kebijaksanaan dan pernyataan, kemampuan untuk melihat kebenaran ilahi, tetapi kita tidak pernah mencapainya. Di mana itu bisa ditemukan? Bagaimana mungkin kita mendapatkannya? Apakah itu memerlukan suatu ijazah teologi? Paulus memberitahu dimana letaknya — dalam pengenalan akan Dia. Orang-Orang yang dengan intim mengenal Tuhan mereka mempunyai pemahaman rohani yang jauh melebihi pendidikan formal mereka. Waktu yang mereka habiskan bersamaNya telah memberi mereka pengertian yang lebih dalam tentang tujuan hidup dibanding yang bisa diberikan universitas manapun didunia.

Petrus dan Yohanes adalah orang seperti itu. Mereka sedang mengkhotbahkan Kristus di halaman bait dan para pemimpin Yahudi sangat marah. Mereka menyeret keduanya kedalam tahanan dan menanyakan mereka sekitar aktivitas mereka, meminta dengan tegas agar mereka memberitahu dengan kuasa apa mereka melakukan mujizat. Kemudian Petrus, dipenuhi dengan Roh Kudus, membawakan kesaksian yang kuat tentang Kristus yang memnunjukkan tidak hanya keakrabannya dengan peristiwa sebelumnya di Jerusalem, tetapi juga pengertiannya tentang PL ( Kis 4:812). Itu adalah suatu ungkapan iman yang luar biasa dari seorang nelayan yang tak berpendidikan. Di mana ia mendapatkan kebijaksanaan itu? Tulisan ini terus menceritakan kepada kita: bangsa Yahudi “ mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus” ( Kis 4:13). Mereka telah masuk ke dalam suatu pengenalan pribadi dengan Tuhan yang hidup melalui Yesus Kristus Putra Nya. Mereka telah berjalan denganNya dan berbicara denganNya selama tiga setengah tahun. Sebagai hasilnya mereka mempunyai suatu pemahaman ttg kebenaran rohani yang tidak bisa ditandingi oleh pendidikan keagamaan pemimpin agama. Orang-Orang yang mengenal Tuhan mempunyai kebijaksanaan.

Tujuanmu Sebenarnya

Bukankah itu yang benar-benar kamu inginkan? Bukan kamu dapat mengagumkan para temanmu dengan pengetahuan Alkitab atau pengertian teologimu. Tetapi sedemikian sehingga kamu dapat mengetahui apa itu hidup, dan membuat dampak atas hidup mereka untuk kemuliaan Tuhan yang hidup ketika mereka mengamati kenyataan Kristus didalam kamu. Itu akan terjadi ketika kamu berusaha mengenalNya dengan intim.

Pertumbuhan

Doa Paulus untuk jemaat Kolose menggambarkan keuntungan mengenal Tuhan yang lainnya: “ Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa kamu untuk. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan yang pengertian benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah” ( Colossians 1:910). Ada beberapa perbedaan pendapat seperti bagaimana ini harus diterjemahkan. Sedang kebanyakan dari terjemahan populer memandangnya sebagai doa untuk jemaat Colossians agar meningkatkan pengenalan akan Tuhan, kebanyakan komentator memahaminya bahwa pengenalan akan Tuhan ditunjukan dengan berbuah dan meningkat dalam tiap-tiap pekerjaan baik. Mereka akan menterjemahkannya seperti ini: “ berbuah dan meningkatkan tiap-tiap pekerjaan baik oleh pengenalan akan Tuhan.”

Itu merupakan suatu pemikiran yang harus dipikirkan orang percaya. Beberapa orang bertanya, “ Mengapa aku tidak memiliki kasih dan sukacita serta kedamaian yang aku cari?” Di sini ada satu alasan. Kesuksesan berbuah dan pertumbuhan kita tergantung pada pengenalan akan Tuhan kita. Kita hendaknya bisa memahami bahwa itu bekerja dengan cara yang sama dalam keberadaan manusia. Ketika saya berkembang dalam pengenalanku ttg para temanku, saya menikmati bersama dengan mereka dan lebih ingin menyenangkan mereka. Itulah apa yang terjadi dengan hubungan kita dengan Tuhan. Semakin kita mengenal kasihNya untuk kita semakin kita mencintaiNya sebagai balasan ( 1 Yohanes 4:19). Dan semakin kita mencintai Nya semakin kita ingin menyenangkanNya ( 1 Yohanes 5:3; Yohanes 14:15).

Ada analogi manusia lain yang akan membantu kita memahami kebenaran ini. Psikolog menunjukkan bahwa kita memperoleh persamaan dengan orang-orang yang kita kenal dengan baik dan dengan orang yang sering bersama kita. Ketika kita meluangkan waktu dengan Tuhan dan bertumbuh dalam pengenalan akan Dia, kita mulai berkembang menjadi seperti Kristus, inilah yang dimaksud Perjanjian Baru dengan buah. Dengan kata lain, kita akan berbuah dan meningkatkan tiap-tiap pekerjaan baik oleh karena pengenalan akan Tuhan. Usaha untuk mengenali Nya lebih baik. Anda akan menikmati itu.

Penulis Mazmur bernama Asaph melakukannya. Ia sedang dalam keadaan rohani yang buruk. Ia berkata kalau dia hampir tersandung; langkah-langkahnya hampir tergelincir ( Mazmur 73:2). Ia hampir-hampir mengalami suatu kekalahan rohani yang serius, marah kepada Tuhan sebab orang-orang tak beriman sedang melakukan hal yang lebih baik daripada ia. Ia pasti tidaklah bertumbuh sampai, ia berkata,

Sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka

(ayat 17).

Sedang berada dalam tempat kudus Tuhan adalah suatu Cara Perjanjian Lama menyatakan persahabatan denganNya. Asaph dibawa mengetahui Tuhan — kasihNya, KepedulianNya, BimbinganNya, dan pemenuhanNya. Kemudian ia berkata,

Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya (ayat 23,26).

Pengenalannya akan Tuhannya mengubah hidupnya dan memberi dia suatu sukacita yang bertumbuh didalam berjalan denganNya. Ia bisa katakan, “ Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah” (ayat 28). Semakin dekat ia ke Tuhan semakin ia tumbuh dan makin baik ia menikmati pengalaman rohaninya. Itu baik untuk kita juga. Kita akan mengalami kesuksesan dan pertumbuhan baru ketika kita berusaha mengenalNya.

Kebebasan

Ada satu lagi berkat pengenalan akan Tuhan yang umum yang ingin saya tunjukan. Itu ditemukan dalam surat Paulus kepada jemaat Galatians. Mereka, jemaat Galatians mempunyai suatu masalah dengan legalism. Hidup Kristen mereka adalah suatu pekerjaan berat: “ Aku telah melakukan ini, aku telah melakukan itu, aku tidak bisa pergi di sini, aku tidak bisa katakan itu.” Mereka terus hidup dalam ketakutan kalau mereka tidak pernah cukup berbuat untuk menyenangkan Tuhan dan itu menghasilkan rasa bersalah yang berlimpah. Satu-Satunya cara untuk mengganti kerugian rasa bersalah mereka adalah dengan mencoba lebih keras. Mereka mungkin berkata, “ aku harus bertabah hati dan memberinya semua yang aku punya. Tetapi aku benar-benar merasa seperti itu. aku ingin Tuhan akan berhenti menggangguku.” Bersama dengan ketakutan dan rasa bersalah ada kemarahan terhadap Tuhan untuk tekanan yang mereka sedang merasakan. Satu kata meringkas kehidupan Kristen semacam itu — perbudakan!

Tuhan tidak pernah berniat kita hidup seperti itu. MengenalNya sungguh-sungguh, secara pribadi, dan dengan intim mengeluarkan kita dari perbudakan. Paulus menulis kepada mereka, “ Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?” ( Galatians 4:9) Mereka mengenali Tuhan dan pengenalan mereka telah membawa mereka keluar dari perbudakan. Tetapi sama menyedihkan seperti semula adalah, mereka telah dengan sengaja menaruh dipunggung mereka beban perbudakan yang dari situ mereka sudah dibebaskan. Mengapa? Apa masalah mereka?

Berusaha untuk menyenangkan Tuhan tanpa bertumbuh dalam pengenalan akan Dia bisa membuat kita diperbudak. Kita berpikir kita harus berusaha untuk diterima. Maka kita berjuang dan bekerja keras untuk menyenangkanNya, tidak pernah merasa yakin kita sudah berhasil, frustrasi atas tekanan yang kita berpikir dari Dia, namun takut untuk berhenti berusaha. Hidup semacam itu adalah kesengsaraan belaka.

Ketika kita memahami kasihNya, anugrahNya, pengampunanNya, dan penerimaan tanpa syaratNya didalam Kristus, ketaatan tidak lagi suatu perjuangan atau suatu pekerjaan berat. Itu bebas, alami, dan penuh kegembiraan. Sesungguhnya, itu benar-benar kesenangan. Kita mematuhiNya bukan karena kita berpikir kita harus melakukan itu dalam rangka memperoleh persetujuanNya, tetapi karena ingin seperti itu. Ingin mempertimbangkannya sebagai suatu perlakuan khusus yang menyenangkan. Kita mencintai Satu yang sudah menerima kita, walau kita tak pantas mendapatkannya, dan kita suka menyenangkanNya. Paulus memohon pada jemaat Galatians dan kepada kita, “ Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan” ( Galatians 5:1 KJV). Satu-Satunya cara kita dapat melakukan itu adalah denga berusaha memahamiNya lebih baik.

Tidak ada akhirnya berkat dari pengenalan akan Tuhan. Seperti kata Petrus, “ Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib” ( 2 Petrus 1:3). Segala yang diperlukan untuk meyakinkan kita tentang keabadian didalam hadirat Tuhan ditemukan dalam pengenalan kita akan Dia. Segala yang kita butuhkan untuk membantu kita hidup dalam Tuhan saat ini juga ditemukan dalam pengenalan kita akan dia. Segalanya! Itu berulang terus menunjukan kalau mengenali Tuhan merupakan aspek yang paling utama dari kehidupan kekristenan kita. Apa lagi yang kita tunggu? Marilah kita mulai untuk bertumbuh dalam pengenalan akan Dia.

Tindakan Untuk Dilakukan

Mulai untuk lebih sering memikirkan Tuhan disepanjang hari. Pada setiap situasi baru tanyakan diri anda, “ Apa perbedaan yang bisa aku buat jika aku mengenal cara pandang Tuhan atas hal ini? Bagaimana seharusnya aku berespon jika aku benar-benar mengenal Tuhan?”

Kasih Tuhan Yang Menghairankan

Tuhan memiliki bermacam cara untuk mendapatkan perhatian kita agar Dia bisa menunjukan betapa besar kasihNya pada kita. PerlakuanNya kepada kita didasarkan atas prinsip yang sempurna. Mungkin itu mengejutkan anda betapa indah kehendak Tuhan bagi kita saat kita mengijinkan Dia berkarya dalam hidup kita. Prinsip disiplinnya tidak pernah menyenangkan, tapi itu membawa kepada kemurnian dan kedamaian.

Banyak orang Kristen, termasuk pendeta, penulis lagu, puisi, dan lainnya, menjadi subjek “kasih Tuhan.” Saya ragu salah satu dari mereka tahu artinya kata kasih. Mereka menggunakan itu sebagai topeng untuk menutupi sakit fisik, rohani, dan moral mereka. Katakan pada orang bahwa Tuhan mengasihi mereka dan mereka akan merasa enak. Mereka akan gembira dan hatinya ringan. Seorang pengkotbah menutup kotbahnya dengan berkat seperti ini: Tuhan mengasihi anda, dan saya juga. Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu, saya juga tidak mempertanyakan ketulusan dan kejujuran pendeta saat dia mengatakan hal itu. Tapi saat orang Kristen benar-benar terluka, sulit mendamaikan kasih Tuhan dengan penderitaan dan kesulitan manusia. Baru-baru ini seorang wanita Kristen berkata pada saya, jika Tuhan mengasihi saya, kenapa Dia membuat saya menderita? Masalahnya terletak pada kurang mengertinya dia akan kasih Tuhan.

Alkitab mengatakan pada kita kalau itu kasih yang misteri. “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah (1 John 3:1). Perhatikan kata betapa besar. Kata Yunaninya potapos, suatu kata sifat yang menggambarkan sesuatu yang aneh atau asing –seperti dari luar negeri. Itu tidak hanya menunjukan kebesaran seperti beberapa terjemahan modern. Saat Tuhan kita menegur angin dan menenangkan laut. “Dan heranlah orang-orang itu, katanya: Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya? (Matthew 8:27, italics ditambahkan). Mereka melihat sesuatu yang terlewatkan sebelumnya. Saat mereka melihat mujizat, mereka berpikir, Orang ini pasti dari luar dunia. Apa yang kita lihat sangat aneh dan asing.

Kita melihat kasih yang “heran” ini dalam Romans 5:8: Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Itu kasih yang heran sehingga menyebabkan seorang bapa mengutus anaknya untuk mati bagi pendosa, terutama saat Anak adalah benar dan kudus. Kita tidak mengetahui kasih seperti itu. Itu asing bagi kita karena itu datang dari dunia yang lain. Itu tidak pernah jadi bagian dari peradaban manusia. Manusia didunia tidak pernah menyaksikan kasih seperti itu. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita (1 John 4:10). Bentuk kasih yang asing itu mengganggu pikiran kita. Apakah kita bisa atau tidak mengerti hal itu, kenyataan bahwa itu heran tetap nyata –Tuhan mengutus AnakNya yang tidak berdosa untuk mati bagi kita yang berdosa. Betapa kasih yang heran!

Hal itu membuat kita memikirkan secara serius kasih yang heran dari Tuhan didalam kehidupan anakNya. Ini dijelaskan dalam salah satu bagian Alkitab. karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak (Hebrews 12:6).

Pembaca yang baik, jika anda benar adalah anak Allah sejati, sejati artinya anda sudah mengalami kelahiran baru, maka inilah kebenaran yang harus anda temukan dengan pengalaman. Anda dan saya harus belajar –dan jangan terbawa arus dari –kebenaran ini bahwa kasih Tuhan yang heran mengharuskan Dia menghajar kita sampai jera. Mari kita selidiki ayat ini dalam konteksnya.

Pertimbangan Seruan

Pemikiran bahwa kasih Tuhan menghajar anak-anakNya sampai jera tidak bisa diterima bagi sebagian besar dari kita. Saat anak bertumbuh kita semua memiliki pemikiran bahwa orangtua menunjukan kasihnya pada kita saat mereka memberikan hal yang kita suka dan nikmati. Tapi saat mereka memberi pembatasan bagi kita, kita langsung menyimpulkan kalau mereka tidak mengasihi kita. Kita bisa mengerti kasih yang mengelus dan menghibur kita, tapi kita tidak bisa mencocokan kasih dengan menghajar sampai jera atau koreksi.

Orang Kristen dimana tujuan surat Ibrani ditulis adalah Yahudi. Mereka adalah kelompok minoritas yang percaya Yesus Kristus sebagai Mesias. Saudara Yahudi mereka yang tidak percaya telah mengasingkan mereka. Orang non Yahudi yang tidak percaya memandang mereka rendah. Mereka tidak bisa mendapat pekerjaan. Penyiksaan sangat sulit ditanggung. Jika mereka membuat keputusan yang benar dengan menjadi Kristen, kenapa mereka menderita hal ini? Jika Tuhan mengasihi mereka, bukankah Dia seharusnya menyelamatkan mereka dari penderitaan dan penyiksaan ini? Mereka diajarkan bahwa Tuhan mengasihi semua orang berdosa dan karena itu Dia mengutus AnakNya yang tunggal untuk mati bagi mereka. Mereka percaya pesan itu, tapi sekarang semua yang mereka rasakan adalah pernderitaan dan kesulitan. Apakah begitu cara Tuhan menunjukan kasihNya kepada anak-anakNya? Jelas ada satu hal mengenai kasih yang mereka belum pelajari.

Roh Kudus mengarahkan penulisNya untuk menulis kata-kata yang bisa memenuhi kebutuhan hati mereka. Dia mulai dengan membawa perhatian mereka pada PL yang sudah mereka lupakan, Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak (Hebrews 12:5). Dia membawa mereka kembali pada Firman Tuhan yang tertulis, sumber kebenaran bagi setiap anak Tuhan. Dia mengutip perkataan langsung Tuhan kepada mereka. Perhatikan, “sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu (italics ditambahkan). Sebagian ekspositor mengartikan pernyataan ini seperti interogasi, Apakah kamu sudah lupa nasihat itu? Dan apakah kebenaran penting yang mereka lewatkan ? Itu adalah kasih Tuhan yang heran: Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak (Hebrews 12:5-6).

Pelupa bisa menjadi hal berbahaya. Betapa bodohnya kita saat kita melupakan Firman Tuhan. Dan perhatikan kata yang cenderung kita lupakan, yaitu, nasihat. Kata nasihat (Yunani: parakaleo„) artinya menegur atau mendorong untuk mengejar suatu sikap tertentu. Ini merupakan kata nasihat kepada orang Yahudi yang lupa, bukan perjanjian Tuhan yang tidak bersyarat, juga bukan janji Tuhan akan hidup kekal. Alkitab yang dikutip ada dalam Proverbs 3:11-12: “Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan TUHAN, dan janganlah engkau bosan akan peringatan-Nya. Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.”

Penyelidikan Alkitab bisa jadi menarik dan atraktif, dan tetap menarik selama itu tidak membuat tuntutan bagi mereka. Mereka bisa menikmati kotbah dibukit tentang kasih selama pengajaran itu tidak masuk kedalam gaya hidup mereka. Mereka tidak pernah lupa perkataan Tuhan dalam Jeremiah 31:3: Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal atau dalam John 3:16 dimana Tuhan kita berkata, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Kenapa bisa ingat ayat tertentu tentang kasih Tuhan dan melupakan ayat lainnya? Itu karena kita pemilih. Kita dengan sadar melupakan kasih Tuhan yang heran.

Sempatkan waktu duduk membaca kitab Ulangan. Disana anda akan mendengar Tuhan berkata berulang-ulang, Ingat . . . dan jangan lupa. Tandai setiap pemunculan kata ingat dan jangan lupa. Waktu 2 jam melatih kerohanian anda merupakan hal berharga.

Pertimbangan Penjelasan

Dalam pasal 11 kitab Ibrani penulis menunjuk fakta bahwa banyak orang percaya dalam PL menderita. Dia mengambil ilustrasi dari beberapa periode sejarah Alkitab dan menunjukan bahwa banyak yang menderita. Mereka menghadapi keganjilan untuk kemuliaan Tuhan. Dan Tuhan dalam sejarah PL tetap sama sampai sekarang.

Dalam pasal 12 orang Kristen ditunjukan bagaimana memandang penobaan dan ujian dalam hidup. Kata kunci dalam verses 5-11 adalah menghajar sampai jera, muncul beberapa kali dalam bentuk beragam setidaknya 7 kali. Kata Yunaninya paideia, dari pais, artinya anak. Itu istilah digunakan secara luas bagi orangtua yang mendidik anaknya. Tuhan juga memiliki cara menghajar sampai jera anak-anakNya, dan apapun cara yang Dia gunakan adalah untuk kebaikan. Hidup tanpa disiplin tidak ada nilai.

Hajaran Tuhan menunjukan kasihNya. “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak” (Hebrews 12:6). Itu tidak mengijinkan ayah berlaku seenaknya pada anak. Disiplin Tuhan selalu dimotivasi oleh kasih. Itu meneguhkan kasih Tuhan pada kita. Ada kasih orangtua dalam disiplin Bapa disorga. Tuhan tidak bertindak seperti hakim, tapi sebagai bapa. Bahkan dalam kekecewaan, cobaan paling berat diijinkan melalui hikmat sempurna dari kasih Tuhan yang heran, asing bagi manusia yang sudah jatuh. Apapun perasaan kita, hajaran menunjukan kasih Tuhan.

Hajaran Tuhan meneguhkan kita sebagai anak. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang (Hebrews 12:7-8). Kitab Ibrani ditujukan bagi anak Tuhan, sehingga hajaran menujukan tanda anak. Tidak diragukan ada diantara orang percaya Ibrani yang mengaku beriman tapi belum lahir baru. Mereka tidak akan pernah mengerti ada Tuhan berlaku pada anakNya untuk menyenangkanNya. Apa yang Tuhan ingin dari kita lebih tinggi dan mulia dari apa yang kita pikir orangtua dunia lakukan pada anaknya.

Tidak ada cara mendapatkan status anak tanpa hajaran. Mereka yang tidak dihajar tapi mengaku anak membuat kebohongan. Orang percaya yang hebat dimasa lalu melalui penderitaan dan kesulitan. Mereka tahu mereka memiliki hidup kekal karena mereka percaya Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselama pribadi mereka (John 3:16; 5:24); karena mereka mengalami Tuhan memimpin mereka (Romans 8:14); karena Roh Tuhan bersaksi dalam roh mereka (Romans 8:15-16); dan karena mereka mengalami disiplin Tuhan dalam hidup mereka. Jika mengaku Kristen tanpa dihajar, mereka tidak sah, bukan anak sejati. Demikian Firman Tuhan.

Hajaran Tuhan memperbaiki kesalahan kita. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? (Hebrews 12:9). Bapa kita dibumi disebut “pengkoreksi” (Yunani: paideute„s, artinya seorang penghukum. Untuk mengkoreksi adalah mengembalikan kepada keadaan yang benar. Kesalahan harus diperbaiki, dan yang bengkok harus diluruskan. Setiap orang Kristen memiliki kesalahan dan kegagalan yang butuh dikoreksi (James 3:2). Orangtua kita mengkoreksi kita dan harus begitu dalam hubungan kita dengan mereka. Jika kita harus tunduk pada koreksi mereka, maka betapa kita harus tunduk pada Bapa kita disorga! Saat kita dilahirkan kembali, kita menerima nature baru, nature dari Tuhan, sehingga kita “mengambil bagian dari nature ilahi (2 Peter 1:4). Bagaimanapun, dalam setiap orang Kristen masih mungkin berdosa dalam pikiran, perkataan, dan tindakan. Dosa yang kita lakukan sebagai orang Kristen harus diakui dan diampuni: Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita. Tetapi kalau kita menerima hukuman dari Tuhan, kita dididik, supaya kita tidak akan dihukum bersama-sama dengan dunia (1 Corinthians 11:31-32). Paulus berkata bahwa jika orang Kristen memahami, bahwa jika kita membedakan antara apa kita dan apa yang disyaratkan Tuhan untuk menjadi, kita tidak perlu dihajar oleh Tuhan. Jika kita benar-benar mengenal diri kita dan menilai diri kita dengan benar, kita tidak perlu dihajar Tuhan. Orang Korintus dihajar, bukan karena mereka tidak percaya, tapi karena mereka milik Kristus. Saudara terkasih, mari kita menguji diri kita setiap hari dan sampai pada nilai yang benar dari diri kita (1 Corinthians 11:28). Mari kita tidak berhenti sampai setiap dosa diakui dan diampuni.

Hajaran Tuhan mengendalikan tempramen kita. Kita tidak sama. Kecenderungan pribadi berbeda. Jika kita tidak mengatur kelemahan kita, Tuhan akan menggunakan cara kebapakanNya untuk menghajar sampai jera. Amsal berkata, Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi (Proverbs 28 :13). Kadang hajaran Tuhan, dilakukan untuk menjaga kita. Saat Tuhan menghajar Dia tidak plin-plan tapi dengan perhatian dan pertimbangan kebaikan kita. Sekali lagi, mari kita ingat bahwa hajaran Tuhan dilakukan dengan kasih. Dan kedaulatanNyalah untuk mendisiplin kita kapanpun dan bagaimanapun Dia mau.

Rasul Paulus cenderung untuk sombong. Itu dosa yang belum hilang dan perlu dikekang. Dia menulis tentang itu dalam surat keduanya pada jemaat Korintus: Dan supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri di dalam dagingku, yaitu seorang utusan Iblis untuk menggocoh aku, supaya aku jangan meninggikan diri. (2 Corinthians 12:7). Perhatikan bahwa ayat ini tidak dimulai dengan kalimat yang sama, supaya aku jangan meninggikan diri karena penyataan-penyataan yang luar biasa itu. Kita mungkin berasumsi bahwa Paulus cenderung meninggikan diri, dosa umum “menjadi sombong (1 Timothy 3:6) atau menjadi “tinggi hati (1 Timothy 6:17). Melalui hajaran kasih Tuhan, Paulus belajar dengan baik sehingga dia bisa menulis, Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing (Romans 12:3).

Saat kita menemukan kelemahan dalam diri kita masing-masing, kita harus mengekangnya. Jika kita mengabaikannya dan membiarkan itu tumbuh, Tuhan akan masuk dan menghajar kita. Mencegah lebih baik dari mengobati. Hajaran merupakan salah satu berkat Tuhan. Apakah kita bersyukur atas hal ini?

Hajaran Tuhan membersihkan dosa kita. Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka kita hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup? Sebab mereka mendidik kita dalam waktu yang pendek sesuai dengan apa yang mereka anggap baik, tetapi Dia menghajar kita untuk kebaikan kita, supaya kita beroleh bagian dalam kekudusan-Nya (Hebrews 12:9-10). Kata “kekudusan” Yunaninya hagiasmos, artinya pengudusan. Artinya disini adalah dipisahkan untuk Tuhan. Ini tidak hanya pengudusan posisi, tapi pengudusan praktis, suatu tindakan yang sesuai dengan pemisahan. Paulus menggunakan kata yang sama dalam, Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus (1 Thessalonians 4:7) dan Tetapi sekarang, setelah kamu dimerdekakan dari dosa dan setelah kamu menjadi hamba Allah, kamu beroleh buah yang membawa kamu kepada pengudusan dan sebagai kesudahannya ialah hidup yang kekal (Romans 6:22).

Buah kekudusan harusnya menjadi jalan hidup yang sesuai bagi semua anak Tuhan. Secara kedudukan kita dipisahkan untuk Tuhan melalui iman dalam Yesus Kristus. Roh Kudus menyucikan (memisahkan) setiap orang percaya disaat diselamatkan (1 Corinthians 6:11), dasar pengudusan posisi ada dalam kematian Kristus (Hebrews 10:10, 29; 13:12). Bagaimanapun, tujuan Tuhan dalam menyelamatkan kita melalui kematian anakNya agar kita dipisahkand dari pikiran, perkataan dan tindakan jahat: “Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan (1 Thessalonians 4:3). Kita semua harus mengejar kekudusan. Kita mempelajari itu saat kita membaca, mempelajari, dan mentaati Firman Tuhan (Psalm 119:9, 11; John 15:3; 17:17, 19; 1 Peter 2:2).

Jika, sebaliknya, kita mengabaikan pengejaran akan kekudusan, maka Tuhan akan masuk dan menghajar kita. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah! (Revelation 3:19). Dan saat Dia melakukan itu, kita harus menerima disiplin itu, bukan untuk menyakiti kita tapi mengarahkan kita pada kebaikan. Hajaran Tuhan dibuat agar kita menjadi orang Kristen yang lebih bijak dan baik. Saya meragukan ada orang Kristen yang bisa dewasa rohani tanpa dihajar Tuhan.

Pertimbangan Harapan

Ayat ini mengusulkan 3 cara reaksi kita akan disiplin dari Tuhan.

Kita bisa mengabaikannya. Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan (Hebrews 12:5). Kata mengabaikan (exoutheneo„) artinya mengancam dengan sengaja. Kita jangan menganggap hajaran Tuhan sebagai hal enteng. Semua itu “untuk kebaikan kita” (Hebrews 12:10) jangan dipandang rendah. Saat saya masih jadi pastor di Detroit, orang muda berumur 21 tahun terbunuh dalam kecelakaan motor di John Lodge Expressway. Walau ibunya Kristen, dia menjadi marah dan pahit terhadap Tuhan. Dia tidak menerima ujian dari Tuhan. Saya mencoba menjelaskan agar dia tidak diharapkan mengecilkan masalahnya, tapi juga tidak mengecilkan hajaran Tuhan. Tuhan yang mengatur, dan Dia selalu memiliki tujuan yang baik dan bijak dalam menghajar anakNya. Orang Kristen memang menderita. “melainkan manusia menimbulkan kesusahan bagi dirinya, seperti bunga api berjolak tinggi (Job 5:7). Dalam dunia kamu menderita penganiayaan (John 16:33). Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya (2 Timothy 3:12). Kita pasti didisiplin dalam hidup, tapi jangan memandang rendah hal ini.

Kita bisa putus asa. janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya (Hebrews 12:5). Kata Yunaninya ekluo„ dan itu artinya menjadi letih, putus asa. Orang Kristen adalah pengelana, yang terus bergerak. Dia pergi kesuatu tempat. Tujuannya adalah keserupaan dengan Tuhan Yesus Kristus yang disalib dan dipermalukan. Kristus sendiri adalah teladan –Dia tidak putus asa. Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa (Hebrews 12:3). Ini ayat yang bagus dibaca saat ujian hidup membuat kita menjadi letih. Kita diperintahkan untuk berhenti dan memikirkan penderitaan Kristus. Pelajari bahwa Dia bertahan saat Dia didunia. Saat kita merenungkan Firman Tuhan setiap hari, Roh Kudus bisa mengingatkan akan Kristus dan menjelaskannya pada kita. Ini memampukan kita bertahan dengan sabar. Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah (Galatians 6:9).

Kita bisa menerima itu datangnya dari Bapa yang kasih. Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya (Hebrews 12:11). Disiplin Tuhan tidak pernah tanpa rencana dan tujuan. Itu selalu dipikir baik-baik. Saat Tuhan menghajar kita Dia ingin mencapai sesuatu dalam kita untuk kebaikan kita dan kemuliaanNya. Jadi setiap tindakan hajaran Tuhan ada harapan yang cerah, sesuatu yang kita harapkan. Penulis menyebutnya “pada waktunya” Dan kita yakin kalau disiplin Bapa tidak pernah mengecewakan. Jangan mengabaikan hal ini. Sebagian dari mereka mengandung janji bagi masa depan kita dengan harapan dan penantian.

Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. (Hebrews 12:11, italics added)

Apa yang Kuperbuat, engkau tidak tahu sekarang, tetapi engkau akan mengertinya kelak. (John 13:7, italics added)

Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. (Psalm 73:24, italics added)

Kesimpulannya, perhatikan bahwa berkat hajaran datang kepada mereka “yang dilatih olehnya. Kita dilatih melalui ujian dan pencobaan. Kata Yunaninya gumnazo„, artinya melatih tubuh atau pikiran dengan melihat kekudusan dan kebenaran. Saat kita menerima hajaran dan dilatih olehnya, kita belajar itu merupakan berkat kelimpahan dari Tuhan.

Kita menemukan bahwa terapi fisik bagi hidup saya dalam kelumpuhan Elsie merupakan sangat sulit dan menyakitkan. Itu tidak pernah jadi nyaman jika melalui pengobatan, tapi dia bertahan dengan harapan ada perkembangan.

Betapa lebih lagi kita harus melatih diri kita untuk dilatih melalui hajaran Tuhan. Penulis Ibrani menjelaskan dalam pasal 5. Dia bicara tentang kegagalan orang percaya untuk belajar kedalaman kebenaran Firman Tuhan. Semua masih bayi dan tidak berpengalaman serta tidak ahli dalam menghadapi masalah hidup: Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Hebrews 5:14).

Bertumbuh secara rohani tidak hanya masalah waktu. Itu bukan pengalaman yang ada sejalan waktu seperti pertumbuhan fisik. Seorang muda mengundang saya untuk makan malam dirumahnya. Dia ingin saya bertemu istrinya dan anaknya perempuan berumur 6 tahun. Jika gadis kecil ini 6 dan ibunya 30 tahun, saya bisa memperkirakan apa yang dilihat melalui umur mereka.

Tapi tidak begitu dalam pengalaman rohani. Mungkin saja orang yang sudah diselamatkan 6 tahun lebih dewasa dari yang sudah 30 tahun. Dalam hal rohani orang Kristen lamban mendengar (Hebrews 5:11). Mereka mundur dalam mendengar dan melakukan Firman. Maka itu mereka tidak lagi melatihnya dan tidak bertumbuh secara rohani. Kata sifat yang digunakan adalah kata Yunani nothroi berarti kemalasan. Itu suatu kondisi seseorang kehilangan keinginan akan Firman Tuhan.

Sebagian orang Kristen terlatih melalui ujian mereka tapi sebagian lain tidak. Sebagian merasa sakit hati terhadap hajaran itu dan sakit hati pada Tuhan sementara yang lain menerima disiplin Tuhan dan berkembang karenanya. Alkitab tidak mengatakan kalau orang percaya harus menikmati hajaran, tapi kita diharapkan menghargainya dan bertindak dengan tepat. Saat kita mengerti alasan Tuhan menghajar kita, itu akan mendatangkan kebaikan. Penderitaan harus lahir dari roh yang benar jika kita ingin mendapat keuntungan darinya. Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Romans 8:18).

Keyakinan

Bagaimana anda dapat mengetahui bahawa Kristus
berada di dalam hati anda 

Apakah anda telah mengundang Kristus masuk ke dalam hati anda pada waktu anda berdoa? Kalau demikian sesuai dengan janji -Nya dalam Wahyu 3:20, di manakah Dia sekarang? Kristus berjanji bahawa la akan masuk ke dalam hidup anda ketika anda mengundang-Nya dalam doa anda. Mungkinkah Dia tidak menepati janji-Nya? Bagaimana anda mengetahui bahawa Ia menjawab doa anda? (Kerana Tuhan sentiasa setia pada janji-janji dalam Firman-Nya)

Tuhan mengaruniakan hidup yang kekal kepada semua orang yang menerima Kristus

“Dan inilah kesaksian itu: Tuhan telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki hidup. Semuanya itu
kutuliskan kepada anda supaya anda yang percaya kepada nama Anak Tuhan tahu bahawa anda memiliki hidup yang kekal”.
1 Yohanes 5:11-13 

Bersyukurlah sentiasa bahawa Kristus ada di dalam hidup anda dan Dia tidak pernah meninggalkan anda (Ibrani 13:5). Anda dapat mengetahui bahawa
Kristus tinggal dalam hati anda, dan bahawa sejak anda mengundang Dia berdasarkan iman anda kepada janji-Nya, anda menerima hidup yang kekal, Dia tidak
akan mengecewakan anda. 

Bagaimana tentang perasaan?

Janganlah bergantung pada perasaan

Jaminan iman kita bukanlah perasaan kita yang berubah-ubah, melainkan janji Kristus. Orang Kristian hidup kerana imannya kepada Tuhan dan Firman-Nya. Bagan kereta api di bawah ini menggambarkan hubungan antara kenyataan  (Tuhan dan Firman-Nya), iman (kepercayaan kita kepada Tuhan dan Firman-Nya), dan perasaan (akibat dari iman dan ketaatan kita). 

Gambarajah Keretapi

Kereta api boleh terus berjalan dengan atau tanpa gerbong penumpang, asal saja batu bara dimasukkan ke dalam lokomotip. Sebaliknya adalah mustahil untuk membuat kereta api tu berjalan dengan memasukkan batu bara ke dalam gerbong penumpang. Demikian juga, sebagai orang Kristian janganlah kita menggantungkan iman kita kepada perasaan, melainkan kita harus mendasarkan iman kita pada janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya.

Sejak anda menerima Kristus, banyak hal telah terjadi dalam hidup anda termasuk:

1 Tuhan Yesus yang diwakili oleh Roh Kudus telah berada di dalam hati anda
Wahyu 3:20; Efesus 1:13,14; Roma 8:14-17
2 Dosa-dosa anda telah diampunkan
Kol. 1:13,14; 1 Yohanes 1:9
3 Anda
4 Anda

Dengan demikian, menerima Kristus merupakan pengalaman yang lebih indah dari pada pengalaman-ppengalaman lain yang manapun dalam hidup anda. Kerana itu, maukah anda berdoa untuk menyatakan terimakasih anda kepada-Nya?

Sekarang bagaimana selanjutnya?

Cadangan-cadangan untuk pertumbuhan rohani 

Pertumbuhan rohani adalah hasil dari ketaatan pada Kristus. “Kerana orang yang benar akan hidup oleh iman”.
Galatia 3:11

Hidup berdasarkan iman akan memungkinkan anda untuk taat akan Tuhan dalam setiap segi kehidupan anda serta mempraktikkan hal-hal berikut ini:

T Tiap-tiap hari hendaknya anda datang ke hadirat Tuhan di dalam doa. Yohanes 15:7
U Usahakaniah membaca Alkitab setiap hari – Anda dapat mulai dengan Injil Yohanes. Kisah 17:11
M Mintalah kepada Tuhan supaya anda dapat menaati apa yang telah anda baca dari Alkitab. Yohanes 14:21
B Biasakan diri untuk bersaksi tentang Kristus kepada orang lain. Matius 4:19, Yohanes 15:8.
U Usahakanlah untuk mempercayakan setiap segi kehidupan anda kepada Tuhan. Dengan demikian, maka anda dapat mengalami kehidupan yang penuh kelimpahan itu hari lepas hari. 1 Petrus 5:7.
H Hendaklah anda membiarkan Roh Hudus menguasai hidup dan kesaksian anda sehari-hari. Galatia 5:16-17; Kisah 1:8.

Pentingnya mengikuti ibadah dan penelaahan Alkitab di gereja 

Ibrani 10: 25 menasihatkan agar ” . . . janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan ibadah . . .” Kalau ada beberapa potong kayu bersama-sama terbakar, maka nyalanya besar dan memberi kehangatan. Tetapi apabila salah satu dari beberapa potong kayu itu diambil, kemudian ditaruh di hawa yang dingin, maka padamlah apinya. Demikian juga hubungan anda dengan orang-orang Kristian yang lain. 

Jika anda tidak menjadi anggota sesuatu gereja, janganlah anda menunggu supaya diundang. Ambillah tindakan; hubungilah pendeta dari gereja yang berdekatan di mana Kristus diagungkan dan firman Tuhan diberitakan. Buatlah rancangan sekarang agar anda dapat turut berbakti pada hari Minggu yang akan datang.

Mengenali Yesus

Empat Rukun Rohani

Sebagaimana wujudnya hukum-hukum alam yang mentadbir alam semesta ini, demikian juga ada hukum-hukum rohani yang mentadbir hubungan anda dengan Tuhan.

1.HUKUM PERTAMA

Tuhan mengasihi anda, dan Dia menawarkan satu rancangan yang istimewa untuk hidup anda.

(Ayat-ayat yang terdapat di dalam ini hendaknya dibaca dari Alkitab sedapat mungkin.)

Kasih Tuhan

“Oleh sebab Tuhan amat mengasihi dunia ini, Dia telah memberikan Anak-Nya yang tunggal supaya setiap manusia yang mempercayai-Nya tidak akan binasa, tetapi beroleh hidup yang kekal.” 
Yohanes 3:16

Rancangan Tuhan

(Kristus berkata), “Aku datang, supaya mereka beroleh hidup, dan memperolehinya dalam segala kelimpahan.” (hidup yang bererti dan penuh kebahagiaan)
Yohanes 10:10

Mengapakah kebanyakan orang tidak menikmati
hidup yang berkelimpahan ini? Ini sebab …

2.HUKUM KEDUA

Manusia berdosadan terpisah daripada Tuhan, oleh itu, dia tidak boleh mengetahui dan mengalami kasih dan rancangan Tuhan untuk hidupnya. 

Manusia Berdosa

“Semua manusia telah berdosa dan jauh daripada kemuliaan Tuhan.”
Roma 3:23

Manusia telah dicipta untuk menikmati persekutuan dengan Tuhan. Tetapi oleh sebab kekerasan hatinya, manusia memilih jalannya yang tersendiri sehingga persekutuannya dengan Tuhan terputus. Menurut Alkitab, kekerasan hati ini sama ada dalam bentuk sikap memberontak ataupun sikap tidak peduli ialah dosa.

Manusia Terpisah

“Sebab upah dosa ialah maut . . .” (perpisahan rohani daripada Tuhan)
Roma 6:23

Gambarajah Hukum 2

Gambarajah diatas menunjukkan bahawa Tuhan Mahasuci dan manusia berdosa. Satu jurang memisahkan mereka.

Anak-anak panah menunjukkan bahawa manusia cuba dengan sedaya-upaya untuk mencari Tuhan, dan hidup yang berkelimpahan melalui kehidupan yang baik, falsafah ataupun agama.

                                                                                                                                                                                                                                            Hukum yang ketiga menjelaskan jalan tunggal untuk menjambatani jurang ini …
 

3.HUKUM KETIGA

Yesus Kristuslah satu-satunya jalan yang Tuhan berikan untuk menyelesaikan masalah dosa manusia. Melalui-Nya anda boleh mengetahui dan mengalami kasih dan rancangan Tuhan untuk hidup anda. 

 Kristus mati bagi pihak kita

“Tetapi Tuhan telah menunjukkan betapa kasih-Nya kepada kita dengan kematian Kristus bagi pihak kita walaupun pada ketika itu kita masih berdosa.”
Roma 5:8

Kristus bangkit daripada kematian

“… Kristus mati kerana dosa kita … Dia dikebumikan … Dia dibangkitkan pada hari ketiga, menurut Alkitab. Dia memperlihatkan diri-Nya kepada Petrus, dan kemudiannya kepada dua belas orang murid-Nya. Setelah itu Dia memperlihatkan diri-Nya pula kepada lebih daripada 500 orang pengikut-Nya …”
1 Korintus 15:3-6

 

Kristus jalan tunggal kepada Tuhan

 

Yesus menjawab, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tiada sesiapa pun yang boleh datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”
Yohanes 14:6

Gambarajah Hukum 3  
Gambarajah ini menunjukkan bahawa Tuhan telah menjambatani jurang antara manusia dengan Diri-Nya, dengan menghantar Anak-Nya, Yesus Kristus, supaya mati di atas salib bagi pihak kita demi menebus kita daripada dosa.

Hanya mengetahui ketiga-tiga hukum ini tidak mencukupi  . . .

4.HUKUM KEEMPAT

Kita mesti menerima Yesus Kristus sebagai penyelamat dan Tuhan kita secara peribadi. Dengan demikian, kita boleh mengetahui dan mengalami kasih dan rancangan Tuhan untuk hidup kita. 

Kita mesti menerima Kristus

“Tetapi bagi mereka yang menerima dan mempercayai-Nya, diberikannya hak untuk menjadi anak-anak Tuhan.”
Yohanes 1:12

Kita menerima Kristus melalui iman
“Dengan rahmat Tuhanlah anda telah diselamatkan melalui iman; dan bukannya melalui usaha diri anda. Ini adalah kurnia Tuhan, bukan hasil usaha-usaha tertentu. Maka tiada sesiapa pun yang boleh memegah-megahkan diri.”
Efesus 2:8-9

Apabila kita menerima Kristus, kita mengalami kelahiran baru (baca Yohanes 3:1-8)

Kita menerima Kristus dengan mengundang-Nya secara peribadi
Kristus berkata, “Dengar, Aku berdiri di hadapan pintu dan mengetuk. Sekiranya sesiapa yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu, Aku akan masuk ke dalam.. ”
Wahyu 3:20

Menerima Kristus melibatkan pertaubatan, dan mempercayai bahawa Kristus akan masuk ke dalam hidup kita untuk mengampunkan dosa kita dan menjadikan kita manusia mengikut kehendak-Nya. Hanya bersetuju bahawa Yesus Kristus ialah Anak Tuhan dan Dia mati di atas salib kerana dosa kita adalah tidak mencukupi. Begitu juga dengan pengalaman emosi. Kita mesti menerima Yesus Kristus melalui iman sebagai tindakan nekad kita.

Kedua-dua bulatan ini menggambarkan dua jenis hidup:

Gambarajah Dua Bulatan

Bulatan manakah yang mencerminkan hidup anda?
Bulatan manakah yang anda ingin mencerminkan hidup anda?

Berikut menjelaskan bagaimana anda boleh menerima Kristus:

Anda boleh menerima Kristus saat ini juga dengan berdoa berdasarkan iman: (Doa ialah percakapan dengan Tuhan)

Tuhan mengetahui isi hatimu. Dia lebih mementingkan sikap hatimu daripada kata-katamu. Berikut merupakan satu doa yang disarankan:

“Tuhan Yesus, aku memerlukan Engkau. Terima kasih kerana mati di atas salib untuk mengampunkan dosa-dosaku. Aku membuka pintu hatiku dan menerima Engkau sebagai Penyelamat dan Tuhanku. Terima kasih kerana memberi hidup yang kekal kepadaku. Jadikanlah aku seorang peribadi mengikut kehendak-Mu. Amin.”

Adakah doa ini menyatakan keinginan hati anda? 

Jika ya, ucapkanlah doa ini sekarang juga, dan Kristus akan masuk ke dalam hidupmu seperti yang telah dijanjikan-Nya.

Siapakah Yesus?

Pada pendapat anda, siapakah YESUS?

  • Tokoh yang ulung sekali sepanjang zaman?
  • Pemimpin yang agung?
  • Guru yang agung?
  • Orang yang banyak sekali membuat kebajikan untuk manusia?
  • Orang yang telah menjalani hidup yang paling suci?

Lawatlah ke mana-mana pun dan berbicaralah dengan penganut agama apa pun. Jika mereka mengetahui sejarah, mereka akan mengaku bahawa tidak pernah ada peribadi seperti Yesus dari Nazaret, tidak kira betapa komited mereka terhadap agama itu. Dia adalah tokoh yang unik sepanjang zaman.

Yesus telah mengubah haluan sejarah. Malah tarikh pada suratkhabar harian pun membuktikan bahawa Yesus telah hidup kira-kira 2,000 tahun dahulu. B.C. bererti “Sebelum Masihi” dan A.D. Anno Domino, “Setelah Masihi”.

Kedatangan-Nya telah dinubuatkan

Beratus tahun sebelum kelahiran Yesus, Alkitab mencatatkan nubuat para nabi Israel tentang kedatangan-Nya. Perjanjian Lama yang ditulis oleh ramai orang dalam jangka masa lebih kurang 1,500 tahun, mengandungi lebih daripada 300 nubuat tentang kedatangan-Nya. Semua butir nubuat terjadi dengan tepat. Kehidupan Yesus, mukjizat-mukjizat yang dilakukan-Nya, kata-kata-Nya, kematian-Nya di atas salib, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya ke Syurga — semua ini menunjukkan bahawa Dia lebih daripada manusia. Yesus sendiri mendakwa, ” Aku dan Bapa adalah satu.” (Yohanes 10:30), “Orang yang sudah melihat Aku, sudah melihat Bapa” (Yohanes 14:9), dan “Akulah jalan untuk mengenal Tuhan dan untuk mendapat hidup. Tidak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.” (Yohanes 14:6)

Hidup dan kata-kata-Nya menyebabkan perubahan

Perhatikan hidup dan pengaruh Yesus Kristus sepanjang sejarah, dan anda akan melihat bahawa Dia dan kata-kata-Nya sentiasa membawa perubahan yang besar dalam hidup manusia dan bangsa. Ke mana saja ajaran dan pengaruh-Nya disebarkan, kesucian dalam perkawinan, hak asasi wanita dan suara rakyat diterima. Sekolah-sekolah dan universiti-universiti didirikan; undang-undang untuk melindungi kanak-kanak diluluskan; perhambaan dihapuskan, dan banyak lagi perubahan telah dilakukan untuk kebaikan manusia.

Individu-individu juga mengalami perubahan yang dramatik. Contohnya, Lew Wallace. Dia adalah seorang jeneral yang terkenal dan seorang sasterawan genius yang pernah tidak percaya pada Tuhan. Wallace meluangkan masa selama dua tahun di perpustakaan terkenal di Eropah dan Amerika untuk mencari maklumat yang dapat menghancurkan agama Kristian selama-lamanya. Ketika dia menulis bab kedua, tiba-tiba dia mendapati dirinya berlutut dan berteriak mengakui Yesus sebagai Tuhannya.

Kerana bukti yang tidak dapat dipertikaikan, dia tidak dapat lagi menyangkal bahawa Yesus Kristuslah Anak Tuhan. Kemudian, Wallace telah menulis “Ben Hur”, salah sebuah novel Inggeris termasyur yang pernah ditulis mengenai zaman Kristus.

Begitu juga dengan mendiang C.S. Lewis. Bertahun-tahun lamanya, profesor di Universiti Oxford ini menyangkal keilahian Yesus. Tetapi dia juga secara jujur menyerahkan hidupnya kepada Yesus sebagai Tuhan dan Penyelamatnya, setelah mempelajari bukti yang kukuh tentang keilahian Yesus.

Pembohong atau orang gila?

Di dalam bukunya yang terkenal, “Mere Christianity”, Lewis menyatakan, “Seorang manusia biasa yang mengatakan hal-hal seperti yang Yesus ucapkan, tidak mungkin adalah seorang guru moral yang agung. Dia mungkin seorang gila atau syaitan dari neraka. Anda harus memilih — apakah Yesus adalah Anak Allah, seorang gila, atau lebih teruk daripada itu. Anda boleh menganggap Yesus sebagai seorang gila, atau berlutut di kaki-Nya dan mengakui Dia sebagai Allah. Tetapi janganlah kita menghina Yesus dengan mengatakan bahawa Dia seorang guru yang agung. Pilihan itu langsung tidak wujud.”

Siapakah Yesus bagi anda? Jawapan anda akan menentukan hidup anda di dunia ini dan hidup selama-lamanya.

Kebanyakan agama adalah diasaskan oleh manusia dan berdasarkan falsafah buatan manusia, dan kebiasaan tingkah laku. Singkirkan pengasas-pengasas agama dari amalan praktik agama masing-masing, sedikit sahaja akan berubah. Tetapi singkirkan Yesus dari agama Kristian, tidak ada apapun akan tertinggal. Agama Kristian bukan sekadar falsafah hidup, etika piawai atau ketaatan mengerjakan suruhan agama. Agama Kristian yang benar adalah berasaskan kepentingan hubungan peribadi dengan Penyelamat yang hidup, Yesus Kristus.

Pengasas yang telah bangkit

Agama Kristian adalah unik — Yesus disalibkan, dikuburkan, dan tiga hari selepas itu bangkit dari kematian. Sebarang perdebatan tentang kesahan agama Kristian adalah bergantung kepada bukti kebangkitan Yesus dari kematian.

Sepanjang zaman, kebanyakan cendekiawan hebat yang pernah mempertimbangkan bukti-bukti kebangkitan Yesus, percaya bahawa Yesus hidup. Setelah memeriksa bukti kebangkitan seperti yang dinyatakan oleh penulis-penulis Kitab Injil, mendiang Simon Greenleaf, seorang yang berwibawa tentang isu-isu perundangan di Harvard Law School membuat kesimpulan: “Adalah mustahil mereka dapat terus menegaskan bahawa apa yang mereka katakan itu benar jika Yesus tidak betul-betul bangkit dari kematian, dan mereka tidak pasti tentang fakta ini.” John Singleton Copley yang diiktirafkan sebagai salah seorang intelek guaman terkemuka dalam sejarah British, memberi komen begini, “Saya pasti apa yang dimaksudkan bukti. Saya beritahu anda, bukti sebegini belum pernah tumpas.”

Mengapa anda percaya

Kebangkitan Kristus adalah pokok iman seorang Kristian. Ada beberapa sebab mengapa mereka yang mempelajari kebangkitan, percaya bahawa itu benar :

Nubuat: Pertama, Yesus sendiri yang menubuatkan tentang kematian dan kebangkitan-Nya, dan hal-hal itu terjadi dengan tepat seperti apa yang telah Dia nubuatkan (Lukas 18:31-33).

Kubur yang kosong: Kedua, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah kubur-Nya yang kosong. Membaca kisah Alkitab itu dengan teliti akan menunjukkan bahawa kubur di mana mereka meletakkan tubuh Yesus dijaga dengan ketat oleh askar-askar Roma dan ditutup dengan batu yang sangat besar. Jika Yesus tidak mati tetapi hanya menjadi lemah, seperti yang dikatakan oleh sesetengah orang, maka para pengawal dan batu tersebut akan menghalang Dia daripada melarikan diri — begitu juga dengan sebarang  usaha pengikut-pengikut untuk menyelamatkan-Nya. Musuh-musuh Yesus tidak akan menyembunyikan tubuh Yesus sebab kehilangan tubuh-Nya hanya akan menguatkan lagi kepercayaan tentang kebangkitan-Nya.

Pertemuan-pertemuan peribadi: Ketiga, hanya kebangkitan dapat menjelaskan mengapa Yesus dapat menampakkan diri kepada murid-murid-Nya. Setelah kebangkitan-Nya, Yesus menampakkan diri sekurang-kurangnya 10 kali kepada mereka yang mengenali Dia, dan pada suatu ketika kepada lebih daripada 500 orang. Tuhan membuktikan bahawa semua penampakan ini bukanlah halusinasi: Dia makan dan berbual-bual dengan mereka dan mereka menjamah tubuh-Nya. ( I Yohanes 1:1)

Kelahiran gereja: Keempat, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah permulaan gereja Kristian. Gereja Kristian merupakan institusi terbesar yang wujud atau pernah wujud di sepanjang sejarah dunia. Lebih daripada setengah khutbah-khutbah awal yang pernah disampaikan adalah berkaitan dengan kebangkitan (Kisah Para Rasul 2:14-36). Ketara sekali gereja awal mengetahui bahawa kebangkitanlah dasar khutbah. Musuh-musuh Yesus dan para pengikut-Nya boleh menghentikan mereka daripada berkhutbah demikian sekira mereka dapat mengeluarkan tubuh Yesus.

Hidup yang berubah: Kelima, hanya kebangkitan dapat menjelaskan dengan munasabah hidup murid-murid yang berubah. Mereka meninggalkan Dia sebelum kebangkitan-Nya. Setelah kematian-Nya mereka menjadi kecewa dan takut. Mereka tidak sangka bahawa Yesus akan bangkit dari kematian (Lukas 24:1-11).

Walaupun demikian, setelah kebangkitan Yesus dan pengalaman mereka pada hari Pentakosta, murid-murid yang kecewa dan takut ini berubah kerana kuasa kebangkitan Kristus. Dalam nama Yesus, mereka menyebabkan dunia tunggang-terbalik. Ramai mati kerana iman mereka; yang lainnya dianiaya dengan kejam. Mereka pasti tidak akan berani macam ini jika mereka tidak yakin bahawa Yesus benar-benar telah dibangkitkan dari kematian – suatu kebenaran yang berbaloi untuk mati.

Saya pernah bekerja dengan para cendekiawan dari universiti seluruh dunia selama 40 tahun. Tetapi, saya belum pernah bertemu dengan satu orangpun yang tidak percaya bahawa Yesus memanglah Anak Allah, Mesias yang telah dijanjikan, setelah mereka mempertimbangkan bukti-bukti secara jujur. Walaupun sesetengah orang tidak percaya, mereka dengan jujur mengakui bahawa mereka tidak meluangkan masa untuk membaca Alkitab atau mempertimbangkan fakta-fakta sejarah tentang Yesus.

Tuhan yang hidup: Kerana kebangkitan Yesus, para pengikut-Nya yang sebenar tidak lagi sekadar mematuhi etika seorang pengasas yang telah mati, tetapi memiliki suatu hubungan peribadi dengan Tuhan yang hidup. Yesus Kristus hidup hari ini dan Dia setia memberkati mereka yang mempercayai dan mentaati Dia. Berabad-abad lamanya, ramai orang telah mengakui kebenaran tentang Yesus, termasuk mereka yang telah banyak mempengaruhi dunia.

Ahli falsafah Perancis, Blaise Pascal, mengatakan tentang keperluan manusia terhadap Yesus: “Terdapat suatu kekosongan yang diciptakan oleh Allah di dalam hati setiap orang. Kekosongan ini hanya boleh diisi oleh Allah sendiri melalui anak-Nya, Yesus Kristus.”

Mahukah anda mengenali Yesus Kristus secara peribadi sebagai Penyelamat yang hidup? Sesungguhnya anda dapat! Yesus begitu ingin menjalin hubungan peribadi yang penuh kasih dengan anda, sehingga Dia sudah menguruskan segala yang perlu.

Hidup Berkelimpahan

HIDUP DIPENUHI ROH KUDUS

Setiap hari boleh menjadi suatu pengalaman yang seronok dan penuh kebahagiaan bagi orang Kristian yang telah mengalami realiti hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus dan yang mahu hidup terus-menerus di bawah pimpinan anugerah-Nya.

Alkitab menyatakan kepada kita bahawa ada tiga jenis manusia, iaitu:

1. Orang Duniawi (orang yang belum menerima Kristus)

“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal daripada Roh Kudus, kerana hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.”
I Korintus 2:14

Orang Duniawi Orang yang dikuasai oleh diri sendiri

  • Si Aku bertakhta dalam hidup
  • Kristus di luar hidup seseorang
  • Semua keinginan dikuasai oleh diri sendiri, berakhir dengan kekacauan dan kekecewaan

2. Orang Kristian Rohani (orang yang telah menerima Kristus dan yang mahu dipimpin oleh Roh Kudus)

“Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.”  I Korintus 2:15

Orang Kristian Rohani Orang yang dikuasai oleh Kristus

Kristus bertakhta dalam hidup
Si Aku turun dari takhta dan menyerah kepada Kristus
Semua keinginan dikuasai oleh Tuhan dan menghasilkan keserasian sesuai dengan rancangan Tuhan

3. Orang Kristian Duniawi (orang yang telah menerima Kristus, tetapi hidup dalam kekalahan kerana bersandar kepada kekuatannya sendiri untuk menjalani hidup sebagai seorang Kristian)

“Dan aku, saudara-saudara, pada waktu itu tidak dapat bercakap dengan kamu seperti dengan manusia rohani, tetapi hanya dengan manusia duniawi yang belum dewasa dalam Kristus. Susulah yang kuberikan kepadamu bukanlah makanan keras, sebab kamu belum dapat menerimanya. Kerana kamu masih manusia duniwi. Sebab jika di antara kamu ada iri hati dan perselisihan bukankah hal itu menunjukkan bahawa kamu manusia duniawi dan bahawa kamu hidup secara duniawi juga?” 1 Korintus 3:1-3

Orang Kristian Duniawi Orang yang dikuasai oleh diri sendiri

Si Aku bertakhta dalam hidup
Kristus turun takhta
Semua keinginan dikuasai diri sendiri berakhir dengan kekacauan dan putus asa

Yang manakah di antara ketiga-tiga jenis manusia itu menggambarkan hidup anda? Apakah anda ingin menjadi seorang Kristian rohani yang dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus sekarang juga?

Berikut ini ada 4 kebenaran dasar yang boleh membantu anda menjadi seorang Kristian rohani yang dipenuhi dan dikuasai oleh Roh Kudus.

1 Tuhan telah menyediakan bagi kita kehidupan Kristian yang berkelimpahan dan yang penuh dengan buah-buah yang baik

 

 ♥

Yesus berkata: “Aku datang supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.” Yohanes 10:10

 ♥

Akulah pokok anggur dan kamulah cabang-cabangnya. Barangsiapa yang tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab tanpa Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” Yohanes 15:5

 ♥

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai-sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.” Galatia 5:22,23

 ♥

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke hujung bumi.” Kisah Para Rasul 1:8

Orang Kristian Rohani  

Berikut adalah beberapa ciri rohani yang dihasilkan akibat mempercayai pada Tuhan.

Hidupnya dikuasai  oleh Kristus
Rajin bersaksi tentang Kristus
Kehidupan doa yang efektif
Memahami firman Tuhan
Percaya kepada Tuhan
Taat kepada Allah

Kasih
Sukacita
Damai-sejahtera
Kesabaran
Kemurahan
Kebaikan
Kesetiaan
Kelemah-lembutan
Penguasaan diri


Banyak mana ciri-ciri ini tertonjol bergantung kepada banyak mana seseorang Kristian itu menyerah kepada Tuhan dan kepada kematangan Kristiannya. Seseorang yang baru mulai memahami pelayanan Roh Kudud tidak harus berasa kecewa jika dia tidak berbuah seperti orang Kristian yang lebih matang yang telah lama mengenal dan mempraktikkan kebenaran ini.

Apakah sebabnya kebanyakan orang Kristian tidak memiliki hidup yang berkelimpahan dan penuh kebahagiaan itu? Sebab …

2 Orang Kristian duniawi tidak dapat mengalami hidup yang berkelimpahan dan penuh dengan buah-buah yang baik itu.

Orang Kristian yang bertabiat duniawi itu bersandar kepada kekuatan peribadi
untuk hidup sebagai orang Kristian:

  1. Ia lupa atau tidak tahu tentang kasih, kuasa dan pengampunan Tuhan.
    (Roma 5:8-10; Ibrani 10:1-25; 1 Yohanes 1:9; 2 Petrus 1:9; Kisah Para Rasul 1:8)

  2. Ia hidup dalam kehidupan rohani yang maju-mundur.

  3. Ia sukar memahami dirinya sendiri — ingin berbuat yang benar, tetapi tidak mampu.

  4. Ia gagal memanfaatkan kuasa Roh Kudus untuk hidup sebagai seorang Kristian.
    (1 Korintus 3:1-3; Roma 7:15-24; 8:7; Galatia 5:16-18).


Orang Kristian Duniawi

Berikut adalah beberapa ciri yang mungkin dimiliki oleh orang Kristian yang tidak meletakkan kepercayaan penuh kepada Tuhan.

Tidak tahu tentang warisan rohaninya
Tidak percaya
Tidak taat kepada Tuhan
Kehilangan kasih kepada Tuhan dan orang lain
Jarang berdoa
Tiada keinginan untuk menelaah Alkitab
Sifat legalistik
Memikirkan hal-hal yang kotor
Cemburu
Cemas dan bimbang
Suka mengkritik
Kecewa
Mudah putus asa
Ketidaktentuan

Orang Kristian yang memiliki ciri-ciri sedemikian itu hendaknya mengerti bahwa ia mungkin belum menjadi orang Kristian yang sungguh-sungguh dan menyedari apa yang dikatakan di dalam 1 Yohanes 2:3; 3:6,9; Efesus 5:5. Klik di sini untuk menemukan bagaimana anda boleh yakin bahawa anda seorang Kristian.

Kebenaran dasar yang ketiga memberikan kita jalan keluar dari persoalan ini…

3 Tuhan Yesus telah menjanjikan kehidupan yang berkelimpahan dan yang penuh dengan buah-buah yang baik itu sebagai hasil daripada hidup yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Kehidupan yang dipenuhi oleh Roh Kudus adalah kehidupan yang dipimpin dan dikuasai oleh Kristus, di mana Kristus hidup di dalam dan melalui hidup seseorang dengan kuasa Roh Kudus.(Yohanes 15).

 ♥

Seseorang menjadi orang Kristian oleh sebab pekerjaan Roh Kudus, sesuai dengan Yohanes 3:1-8. Sejak detik kelahirannya secara rohani, orang itu telah didiami oleh Roh Kudus setiap masa. (Yohanes 1:12; Kolose 2:9, 10; Yohanes 14:16, 17). Akan tetapi meskipun semua orang Kristian telah didiami oleh Roh Kudus, namun bukan semua orang Kristian dipenuhi (dipimpin dan dikuasai) oleh Roh Kudus.

 ♥

Roh Kudus adalah sumber kehidupan yang berkelimpahan itu (Yohanes 7:37-39).

 ♥

Roh Kudus datang untuk mempermuliakan Kristus (Yohanes 16:1-15). Apabila seseorang itu dipenuhi oleh Roh Kudus, dia adalah murid Kristus yang sejati.

 ♥

Di dalam pesan-Nya yang terakhir sebelum kenaikan-Nya ke syurga, Kristus menjanjikan kuasa Roh Kudus untuk membolehkan kita menjadi saksi-saksi-Nya (Kisah Para Rasul 1:1-9).

Kalau begitu bagaimanakah seseorang dapat dipenuhi oleh Roh Kudus?

Kita dipenuhi oleh Roh Kudus dengan iman; hanya dengan iman kita dapat hidup dalam kelimpahan dan mengeluarkan buah-buah yang baik, sebagaimana telah dijanjikan oleh Kristus bagi setiap orang Kristian.

Anda boleh dipenuhi oleh Roh Kudus sekarang juga, jika anda:

Φ

Benar-benar rindu untuk dipimpin dan dikuasai oleh Roh Kudus.
(Matius 5:6; Yohanes 7:37-39)

Φ

Mengakui segala dosa-dosamu.
Dengan iman, bersyukurlah kepada Tuhan kerana anda telah memiliki pengampunan dosa — baik yang dilakukan dahulu, sekarang, mahupun pada masa yang akan datang, kerana Kristus telah menyelesaikannya di atas salib.
(Kolose 2:13-15; I Yohanes 1; 2:1-3; Ibrani 10:1-17).

Φ

Menyerahkan semua segi kehidupan kepada Tuhan
(Roma 12:1, 2).

Φ

Dengan iman mintalah supaya anda dipenuhi oleh Roh Kudus. Ingatlah kedua-dua hal berikut:

1. Perintah-Nya
Hendaklah kamu dipenuhi oleh Roh Kudus
“Janganlah kamu mabuk oleh anggur kerana anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.”
(Efesus 5:18)

2. Janji-Nya:  
Tuhan mengabulkan doa kita apabila kita berdoa sesuai dengan kehendak-Nya.
“Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, iaitu bahawa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya. Dan jika kita tahu bahawa Ia mengabulkan apa saja yang kita minta, maka kita juga tahu bahwa kita telah memperoleh segala sesuatu yang telah kita minta kepada-Nya.”
(I Yohanes 5:14-15)

Iman dapat dinyatakan melalui doa ……

Post Navigation